Berita :: GLOBALPLANET.news

Donald Trump. (Foto: Ist)

18 Oktober 2020 14:58:00 WIB

USA, GLOBALPLANET. - Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) sudah di depan mata. Kedua kandidat pun tengah mempersiapkan diri dengan hasil yang akan diperoleh nanti.

Petahana, Presiden Donald Trump dari Partai Republik sendiri mengaku kemungkinan akan meninggalkan AS jika ia kalah dari lawannya yang merupakan kandidat Partai Demokrat, Joe Biden.

Pengakuan itu disampaikan Trump saat berkampanye di Macon, Georgia pada Sabtu (17/10). Ketika itu, Trump pun mengejek desakan Biden kepada peserta acara kampanyenya untuk menjaga jarak sosial dan masker.

"Melawan kandidat terburuk dalam sejarah politik kepresidenan memberi tekanan pada saya. Bisakah Anda bayangkan jika saya kalah? Apa yang akan saya lakukan? Saya tidak akan merasa begitu baik," kata Trump, seperti dikutip dari Telesur.

"Mungkin saya harus meninggalkan negara ini? Saya tidak tahu," sambung dia.

Menanggapi pernyataan Trump, Biden dalam akun Twitter-nya menyambut baik rencana kepergian rivalnya dari AS.

"Saya, Joe Biden, dan saya menyetujui pesan ini," cuit Biden sembari mengunggah video pernyataan Trump.

Trump sendiri bukan pertama kalinya membahas masa depan jika ia kehilangan kesempatan untuk mempertahanan posisi sebagai presiden AS.

Beberapa waktu lalu Trump mengaku tidak akan menerima hasil kekalahannya.

Pada 2016, Trump dengan nada bercanda juga mengaku tidak akan tampil di depan publik jika kalah dari Hillary Clinton.

"Saya tidak yakin kau akan melihatku di sana. Kurasa saya akan pergi ke Turnberry dan bermain golf atau semacamnya," demikian ujar Trump seperti dilansir dari RMOL.id.

Reporter : Erik Okta Editor : Erik Oktasubadra 137