Berita :: GLOBALPLANET.news

Foto: Ist

19 Oktober 2020 07:31:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET. - Beredar undangan untuk mengajak mahasiswa, buruh, pemuda dan masyarakat kabupaten Penukal Abab Lematang ilir (PALI) untuk mendukung penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law.

Udangan dan ajakan itu kini telah beredar di Media Sosial (Medsos) maupun pesan berantai di grup WhatsApp. Dalam ajakannya aksi damai penolakan tersebut akan di laksanakan pada Rabu 21 Oktober 2020, pukul 08.00 WIB sampai selesai, di pusatkan di Simpang 5 Pendopo, DPRD PALI,dan berakhir di kantor Pemda PALI.

Dalam pesan berantai melalui WhatsApp grup dan sejumlah Medsos, bertuliskan ;

*SERUAN AKSI*
*#TOLAK OMNIBUS LAW* 
_Apabila usul ditolak tanpa ditimbang; Kritik dilarang; Suara dibungkam tanpa alasan; dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata : *LAWAN...! ✊🏻*~WIJI THUKUL_
*#Kami memanggil & mengajak seluruh elemen MAHASISWA, BURUH, PEMUDA dan MASYARAKAT PALI yg JIWANYA MERDEKA untuk turun kejalan menolak OMNIBUSLAW karena sarat akan kepentingan OLIGARKI*
Hari, Tanggal : Rabu, 21 Oktober 2020 
Pukul : 08.00 WIB s.d selesai
Tikum : Simpang 5 Pendopo, PALI
Rute : Simpang 5 
Pendopo - Kantor DPRD PALI - Kantor Bupati PALI
#TolakOmnibusLaw
#PALIMemanggil
#MosiTidakPercaya
#JegalSampaiBatal

Adapun tuntutan yang menjadi dasar aksi damai tersebut, terdapat lima poin.

1. Menuntut Plt Bupati PALI menyatakan sikap menolak UU omnimbus Law karena tidak optimal dalam mensosialisasikan dan mendengarkan aspirasi seluruh lapisan masyarakat PALI

2. Mendesak Plt Bupati PALl bersurat kepada Presiden RI untuk mengeluarkan Perpu Omnimbus Law

3. Menuntut DPRD PALI untuk menyatakan sikap menolak UU Omnimbus Law

4. Mendesak DPRD PALI untuk menyampaikan sikap menolak UU Omnimbus Law secara tertulis kepada DPR RI

5. Hentikan segala bentuk kriminalisas dan tindakan refrensif terhadap aktivis rakyat dan mahasiswa yang dilakukan oleh aparat keamana.

Reporter : Eko Jurianto Editor : Erik Oktasubadra 279