Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Istimewa)

21 Oktober 2020 07:56:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kabar baik bagi masyarakat Sumsel khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan para sarjana pertanian yang berminat menjadibtenaga Pendamping Peningkatan Ekonomi Petani (PPEP) atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Awal November 2020 mendatang, Pemprov Sumsel segera membuka pendaftaran rekrutmen 1000 PPL yang akan bertugas di daerah sentra pertanian di Sumsel. PPL kembali diadakan untuk memberikan edukasi di sentra-sentra pertanian. Utamanya terkait dengan cara bercocok tanam, mulai dari pemilihan benih, pemupukan dan pemeliharaan hingga urusan pasca panen. Rekrumen tenaga PPL ini juga diyakini akan  kian menguatkan posisi Sumsel sebagai daerah penghasil pangan.

Tenaga PPEP atau PPL yang dibutuhkan meliputi Pendamping Penyuluh, Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Pendamping Pengawas Benih Tanaman (PBT). 

Adapun persyatan Warga Negara Indonesia (WNI), sehat jasmani dan rohani, berusia maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran, tidak terikat kontrak kerja dengan instansi dan lembaga lainnya dan berdomisili di kecamatan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) dibuktikan dengan KTP dan KK.

Kemudian melampirkan surat keterangan sehat dan bebas narkoba  dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah, berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian, mampu mengoperasikan komputer, memiliki dan mampu mengoperasikan handphone (HP) android dan memiliki SIM C.

Sedangkan untuk kualifikasi pendidikan harus lulusan SMK pertanian untuk posisi sebagai tenaga Pendamping Penyuluh, Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Pendamping Pengawas Benih Tanaman (PBT). 

Lulusan S1 Pertanian program studi Agronomi, Agroteknologi untuk tenaga Pendamping Penyuluh, Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Pendamping Pengawas Benih Tanaman (PBT).

Lulusan S1 Pertanian program studi Agribisnis untuk posisi yang dilamar tenaga Pendamping Penyuluh dan Pendamping Pengawas Benih Tanaman (PBT). 

S1 program studi Hama Penyakit Tumbuhan untuk posisi Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Lulusan  S1 Peternakan untuk posisi tenaga Pendamping Penyuluh. Adapun domisili pelamar  di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, OKI dan OKU Timur.

Untuk pendaftarannya dibuka pada minggu pertama bulan November 2020, melalui website Universitas Sriwijaya (Unsri). Pengumuman resmi juga melalui media massa pada  02-04 November 2020.

Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya  menyebut perekrutan 1000 orang tenaga PPL penting untuk kemajuan sektor pertanian di Sumsel.

"PPL ini nantinya akan sangat membantu dalam mengedukasi petani sehingga dapat melakukan aktifitas becocok tanam secara benar. Ini juga merupakan wujud keseriusakan kita dalam memantapkan Sumsel sebagai Lumbung Pangan Nasional," ucapnya.

Reporter : globalplanet/rel Editor : Zul Mulkan 332