Berita :: GLOBALPLANET.news

RI Dr H Muhammad Syarifuddin, SH, MH didampingi Bupati Banyuasin H. Askolani, SH MH. (Foto: Adi Irawan)

13 November 2020 07:32:00 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Ketua Mahkamah Agung RI Dr H Muhammad Syarifuddin, SH, MH didampingi Bupati Banyuasin H. Askolani, SH MH melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Pangkalan Balai, Kamis (12/11/2020). Gedung PN Pangkalan Balai ini dibangun di atas tanah hibah Pemkab Banyuasin seluas 4.452 M di areal komplek perkantoran Pemkab Banyuasin persis bersebelahan dengan Kantor Kejari Banyuasin.

" Terima kasih kepada Pemkab Banyuasin, sudah menghibahkan tanah untuk gedung PN Pangkalan Balai. Dan terima kasih lagi sudah mau melengkapi sarana dan prasarana PN Pangkalan Balai, " kata Ketua Mahkamah Agung RI Dr H Muhammad Syarifuddin.

Diungkapkan pria asal Baturaja OKU ini, bahwa pihaknya merencanakan membangun gedung 85 PN baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, namun yang baru terealisasi baru 25 PN termasuk PN Pangkalan Balai dengan cara multiyears.

" Dibangunnya gedung PN ini, agar maksimal dalam peningkatan layanan hukum bagi masyarakat pencari keadilan. Ini juga dalam upaya kami mendekatkan diri kepada pencari keadilan, mudah, cepat dan tidak jauh, "katanya.

Pihaknya mendapat informasi bahwa masyarakat Banyuasin sangat sulit ke Pengadilan karena jauhnya jarak tempuh, seperti masyarakat Muara Sugihan bisa 9 jam kelokasi sidang. Ini Mendorong terbentuknya pengadilan-pengadilan baru agar adanya Pelayanan hukum berkualitas bagi pencari keadilan.

Bupati Banyuasin H Askolani SH MH menegaskan, dibangunnya gedung Pengadilan Negeri Pangkalan Balai ini untuk mempermudah dan mempercepat layanan masyarakat banyuasin dalam mencari keadilan.

" Kami sudah hibahkan tanah dan alhamdulillah langsung direspon oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia sehingga dilakukan peletakan batu pertama oleh Ketua Mahkamah Agung RI Dr H Muhammad Syarifuddin SH MH. Kami senang dan biar prosesnya cepat kami juga akan memberikan fasilitas sarana dan prasarana pendukung untuk melengkapi fasilitas gedung Pengadilan Negeri Pangkalan Balai tersebut, "tegasnya.

Dijelaskan Askolani, selama ini masyarakat banyuasin mengalami kesulitan karena letak kantor pengadilan masih sangat jauh, bisa 9 jam baru tiba di lokasi sidang, ditambah biaya transportasi. “Tapi alhamdulillah dengan adanya kantor PN di komplek perkantoran ini sangat membantu masyarakat pencari keadilan, "tegas Bupati Askolani.

Di depan Ketua MA, Bupati Askolani juga menginformasikan bahwa Kabupaten Banyuasin baru berusia 18 tahun setelah mekar dari Kabupaten Muba tahun 2002. Dengan luas wilayah terbesar kedua di Sumsel setelah OKI dengan jumlah penduduk hampir 9000 jiwa nomor dua setelah Kota Palembang.

"Luas Banyuasin hampir sama dengan Provinsi Jawa Barat, 21 Kecamatan, 288 Desa dan 17 Kelurahan dengan 3 desa persiapan pemekaran. Dengan geografis wilayah 60 persen perairan dan 40 persen daratan, "terangnya.

Dengan geografi wilayah perairan, jelas Bupati, Banyuasin dianugrahi alam dan SDA yang melimpah mulai dari pertanian, perikanan dan perkebunan. "Alhamdullillah, Banyuasin dari rilis Kementerian Pertanian ditetapkan sebagai daerah penyumbang beras nomor 4 nasional terbesar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan nomor 1 di Sumsel, "terangnya.

Reporter : Adi Irawan Editor : M.Rohali 287