Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM. (Foto: Andika Pratama)

13 November 2020 14:54:35 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Internal Polda Sumsel sedang melakukan evaluasi terkait kejadian peluru nyasar diduga dari senjata api milik anggota yang melukai dua orang warga sipil saat penggerebekan bandar narkoba. Hal ini ditegaskan oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM, Jumat (13/11/2020).

“Internal Polri terdiri dari Propam, SDM dan Irwasda telah melakukan evaluasi terkait kejadian peluru nyasar diduga dari senjata api milik anggota yang melukai dua orang warga sipil. Kalau nantinya terbukti ada kelalaian dari anggota tentu akan kita tindak sesuai dengan aturan," katanya.

Selain itu, kata Eko pihaknya juga mengevaluasi tentang keamanan penggunaan senjata api, kondisi kejiwaan anggota juga akan periksa serta pelatihannya.

"Terkait hal - hal kejadian peluru nyasar ini akan menjadi bahan kami dalam mengambil kebijakan kedepannya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya seorang mahasiswa di kota Palembang bernama Febri Julian Saputra (23) terkena peluru nyasar diduga dari senjata api milik anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel saat menggerebek pelaku narkoba di Jalan A Yani, Kecamatan Seberang Ulu II depan STIE Akubank Selasa (10/11/2020) sekitar pukul 22.10 WIB.

Akibatnya korban mengalami luka tembak dibagian bahu sebelah kanan dan dilarikan ke rumah sakit.

Reporter : Andika Pratama Editor : M.Rohali 89