Berita :: GLOBALPLANET.news

Foto: Ist

20 November 2020 15:18:42 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Darah muda masih bergejolak, masing-masing tidak bisa mengontrol emosinya. Akibatnya anak baru gede (ABG) di Kota Palembang saling baku hantam. Kasus tergolong Kekerasan anak dibawah umur ini terungkap setelah salah satu orang tua korban melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Kamis (19/11/2020).

SZ (47) ibu rumah tangga (IRT) yang melaporkan kejadian yang dialami anaknya korban AH (16) oleh terlapor ML (16) dan KH (16) dengan bukti lapor diterima LPB/2441/XI/2020/SUMSEL/RESTABES/SPKT.

Dalam laporan ini, kejadian diawali dengan anaknya AH yang terlibat obrolan didalam group Watshap (WA) alumni salah satu SMP di Palembang dengan terlapor ML dan KH yang berujung saling mengirimkan kata-kata kasar dan saling ejek.

Bermula AH yang chatting dengan temannya saksi AB mengirimkan stiker bertuliskan "Kelapok" di group WA tersebut, lalu terlapor juga mengirimkan stiker dengan tulisan kata kasar "Bubar bubar ada si (red kontol) bubar bubar" kemudian korban membalas chating an terlapor dengan kata-kata "(red kontol) bapak kamu".

Keesokan harinya, terlapor mendatangi korban di Jl Sawit, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, tepatnya diteras rumah korban, Rabu (18/11/2020) sekira pukul 14.00 WIB. Lalu terjadi cekcok mulut yang berujung perkelahian, korban sempat menangkis serangan dan melakukan perlawanan dengan memukul kepala ML dengan menggunakan besi.

Kemudian terlapor KH mendorong korban hingga terjatuh, dan dipukuli bersama sama oleh terlapor. "Anak saya mengalami beberapa luka, seperti pipi kanan memar, telinga kanan nyeri, bahu kanan lecet, dada depan kanan nyeri, tangan kanan nyeri, kaki sebelah kiri lecet. Makanya saya melapor minta terlapor bertanggung jawab," kata ibu korban SZ.

Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene ketika dikonfirmasi membenarkan laporan ini sudah diterima di SPKT dan dilanjutkan ke Satreskrim untuk penyelidikan. "Laporan masih dalam penyelidikan unit PPA Polrestabes palembang," katanya.

Reporter : Teddy Editor : Erik Oktasubadra 50