Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana, saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku pemekorsaan terhadap anak tiri, di Mapolrestabes Palembang Rabu (16/12/2020). (Foto: Teddy).

16 Desember 2020 18:52:19 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Iwan (31), warga Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang harus meringkuk di dalam penjara. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kurir ekspedisi ini ditangkap Satreskrim Unit PPA Polrestabes Palembang lantaran telah memperkosa anak tirinya HL (13) sebanyak dua kali.

Dari informasi yang didapat Globalplanet.news, perbuatan bejat Iwan terhadap korban pertama kali dilakukan pada Senin (12/10/2020) sekira pukul 12.30 WIB dikediamannya. Saat itu rumah dalam kondisi sepi dan pelaku melihat korban sedang tertidur di dalam kamar. Pelaku pun langsung menindih badan korban, lalu melakukan perbuatan tercela dengan diiringi ancaman.

Perbuatan kedua, dilakukan pelaku pada Rabu (14/10/2020) sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu rumah juga dalam kondisi sepi, dimana pelaku kembali memperkosa korban dengan ancaman akan membunuh ibu korban jika bercerita kepada siapapun.

Karena tidak tahan dengan perbuatan biadab ayah tiri. Korban bercerita apa yang dialaminya kepada sang ibu. Mendapati cerita itu, ibu korban langsung melapor ke polisi dan akhirnya pelaku ditangkap Satreskrim Unit PPA Polrestabes Palembang yang dipimpin Kasubnit PPA, Ipda Hj Fifin Sulaiman, Selasa (15/12/2020) malam.

"Benar pelaku kita tangkap ada ulahnya yang terlah memperkosa anak tiri sendiri, dari laporan yang diterima petugas PPA langung menangkap saat pelaku sedang berada di rumah," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana, di Mapolrestabes Palembang Rabu (16/12/2020).

Atas ulahnya pelaku diancam perkara Persetubuhan terhadap Anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (1), ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

Sementara, pelaku Iwan mengakui bawah telah mencabuli anak tirinya sebanyak dua kali. Saat peristiwa itu terjadi, pelaku mengaku dalam keadaan mabuk. "Saat kejadian saya mabuk pak, Jadi saya khilaf," kilah dia.

Dikatakan Iwan, dirinya telah 10 tahun berumah tangga dengan ibu korban dan selama itu tidak memiliki masalah apapun. "Saya merasa menyesal pak, saya sayang sama korban, bahkan teman pria dia saja kalau menelpon atau SMS jorok saya marahi," tandas dia.

Reporter : A Teddy Kusuma Editor : amarullah 206