Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi vaksin. (Foto: Ist)

08 Januari 2021 18:17:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac produksi Sinovac China hukumnya suci dan halal. Akan tetapi soal kebolehan dan ketayiban vaksinasinya, dikembalikan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

sidang tertutup Komisi Fatwa MUI di Jakarta, Jumat (8/1). Hasil sidang dibacakan secara langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni’am Sholeh.

Sidang Komisi Fatwa MUI dilakukan setelah mendengarkan laporan dari dua orang auditor yang telah melakukan audit langsung ke tempat pembuatan vaksin Sinovac di China. 

Dua auditor yang terbang ke China itu merupakan perwakilan dari LPPOM MUI yang kualifikasinya seorang saintis dan perwakilan dari Komisi Fatwa seorang yang ahli di bidang hukum Islam.

Menurut Kiai Asrorun Niam, meskipun sudah halal dan suci, namun fatwa MUI belum final karena masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy). 

"Akan tetapi terkait kebolehan penggunaannya, ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan, kualitas, dan efficacy BPOM. Ini akan menunggu hasil final ketayibannya. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak, maka fatwa akan melihat," ujarnya dikutip dari Republika.

Diketahui, pemerintah mendatang vaksin Covid-19 produksi sinovac China. Kini vaksin telah didistribusikan ke seluruh provinsi untuk diteruskan ke kabupaten dan kota.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 120