Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua Percepatan Pengembangan Pulau Kemaro, Sapri. (Foto: Rachmad Kurniawan).

13 Januari 2021 20:03:31 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pemerintah Kota Palembang mewacanakan reklamasi atau pembuatan pantai buatan di kawasan Pulau Kemaro, pematangan konsep ini dimulai dari pembersihan di sekitar Bungalow Pulau Kemaro.

Ketua Percepatan Pengembangan Pulau Kemaro, Sapri, mengatakan rencana reklamasi ini bertujuan untuk mengantisipasi ketika air sungai pasang sehingga daratan tidak tenggelam. 

"Rencana kami akan ada pantai buatan. Ini supaya saat air pasang tidak tenggelam serta agar daratannya lebih kelihatan. Selain itu, lokasinya lebih bagus jika ada semacam pantai buatan," kata Sapri, saat dijumpai di Balai Kota, Rabu (13/1/2021). 

Agar menarik para investor atau pihak ketiga yang bersedia membantu pembangunan penataan Pulau Kemaro seluas 25 hektar, harus diawali dengan mempercantik kawasan terlebih dahulu. 

Untuk sekarang, pihaknya telah mengkonfirmasi baru Bank Sumsel Babel dan PDAM Tirta Musi yang bersedia membantu. "Bank Sumsel bersedia membantu penataan di sekitaran bundaran Pulau Kemaro, sementara PDAM masih menunggu konsep kita ini," tambahnya. 

Tahun ini, pihaknya menargetkan kawasan harus bersih serta memasang tanda lokasi sesuai DED yang dibuat. 

"Target khusus kita di 2021 ini, pertama kawasan harus bersih, menandai lokasi sesuai Detail Engineering Design (DED) mana saja tempat yang akan dibangun permainan anak dan lain-lain terakhir baru reklamasi," jelasnya. 

Saat ditanya estimasi anggaran, Sapri belum bisa menjawab sebab detailnya masih dalam tahap perhitungan. Pembangunan di Pulau Kemaro tidak menggunakan APBD namun lebih ke CSR Perusahaan. "Estimasi anggaran belum tahu, karena kita masih proses menghitung," bebernya. 

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ahmad Bastari mengatakan, terkait rencana reklamasi yang akan dilakukan bisa saja diwujudkan. Mengingat, Pulau Kemaro bukanlah kawasan konservasi tapi budidaya.

"Reklamasi dan pantai buatan sangat mungkin, sebab ini wilayah budidaya bukan konservasi sehingga bisa dilakukan. Apalagi Pulau Kemaro juga jarang banjir," katanya. 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : amarullah 297