Berita :: GLOBALPLANET.news

Foto bersama pengurus RPSB Sumsel saat acara deklarasi serta dialog santai (Foto: Teddy).

14 Januari 2021 11:32:08 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Seni dan budaya adalah salah satu indentitas bagi suatu daerah, maka dari itu Rumah Pemuda Seni dan Budaya Sumatera Selatan (RPSB Sumsel) hadir untuk membangkitkan gairah kaum millenial serta mengingatkan pentingnya peran milenial terhadap seni dan budaya Sumatera Selatan agar tetap terjaga.

Mengingat di zaman yang serba digital seperti saat ini, hampir 75 persen kaum millenial saat ini rasa peduli terhadap seni budaya daerah asalnya sendiri sudah hampir lupa karena terlena dengan era yang serba digital seperti saat ini.

Terbentuknya organisasi ini sebagai wadah aspirasi masyarakat atau anak muda yang cinta terhadap kearifan lokal, agar dapat menyalurkan aspirasi serta dapat mengaplikasikannya secata langsung.

Penasehat RPSB Sumsel Basroni SE, sangat mendukung penuh kegiatan organisasi ini kemudian kedepannya RPSB Sumsel juga diharapkan mampu mendongkrak kegiatan seni budaya di Sumsel yang langsung diperankan oleh kaum millenial.

"Daerah kita ini sangat kaya akan seni dan budaya, tetapi selama ini banyak kaum millenial yang tidak menyadari akan potensi tersebut. Kearifan lokal juga dapat membuka peluang usaha bagi kaum milenial," ucap Basroni selaku penasehat RPSB Sumsel, saat dibincangi, Kamis (14/01/2021).

Lanjutnya, melalui organisasi ini nantinya kaum millenial harus bisa kreatif menciptakan sesuatu yang baru dengan memanfaatkan kekayaan seni dan budaya ada.

Bisa di lihat di Benteng Kuto Besak (BKB) atau di tempat pariwisata lainnya, yang dipamerkan atau dijual semuanya hal-hal yang baru dan semuanya sama, ke depannya organisasi ini akan jadi motor bagi kaum millenial untuk menciptakan terobosan baru.

"Padahal wisatawan yang yang berkunjung Ke BKB itu tidak hanya lokal, luar Provinsi ada juga dari wisatawan luar negeri. dari sini kita bisa mulai dari usaha kecil kecilan yang bertemakan seni dan budaya kita, ini peluang yang sangat besar jika kaum milenial bisa memanfaatkan peluang ini," tutup Basroni.

Terpisah, Ketua Umum RPSB Sumsel Iwan Fals saat ditemui globalplanet menuturkan. “Langkah langkah kedepannya untuk mengajak kaum milenial khususnya, dengan mengadakan lomba tingkat pelajar hingga mahasiswa bertemakan kebudayaan Sumsel. kemudian seminar serta pelatihan tentang seni dan budaya," ucap Iwan.

Lanjutnya, untuk menarik perhatian kaum millenial misalnya dikemas lagu daerah dengan dikombinasikan musik yang sekarang tanpa menghilang unsur asli dari lagu tersebut.

Dirinya juga menambahkan ke depannya berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintah dan Dinas terkait, "Iya kita akan audiensi ke Pemerintah Sumsel dan Dinas terkait, agar bisa bersinergi dalam meningkatkan rasa peduli serta rasa cinta kaum milenial terhadap seni budaya kita," tukasnya.

Terakhir, Wakil Ketua RPSB Sumsel M Reza Putra juga mengatakan, didalam kandungan seni dan budaya juga terdapat nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan para kaum milenial,

"Melalui pelatihan dan seminar tentang seni budaya diharapkan nantinya kaum milenial dapat menciptakan lapangan pekerjaan seperti membuka usaha kuliner khas Sumsel hingga usaha oleh oleh yang bertemakan daerah Sumsel (Ekonomi Kreatif)," tutup Reza.

 

Reporter : A Teddy Kusuma Editor : M.Rohali 181