Berita :: GLOBALPLANET.news

Salah satu keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 menangis saat menabur bunga dilokasi jatuhnya pesawat. (Foto: Istimewa).

22 Januari 2021 11:17:11 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET.news - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan penumpangnya resmi dihentikan pada Kamis (21/1), setelah upaya pencarian selama tujuh hari diperpanjang 2x3 hari.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, sejumlah keluarga korban melakukan tabur bunga di

Suasana haru dan isak tangis terjadi di atas KRI Semarang selama prosesi tabur bunga, dimana kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh pemuka agama.

"Tabur bunga ini sebagai penghormatan terakhir kepada penumpang Sriwijaya Air SJ-182," kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena di KRI Semarang di Kepulauan Seribu, dilansir dari ANTARANews.

Selain anggota keluarga korban, perwakilan kru pesawat dan manajemen Sriwijaya Air dan Nam Air, Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), TNI Angkatan Laut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, dan Jasa Raharja juga hadir dalam acara tabur bunga itu.

Sekedar informasi, Tim SAR berhasil mengumpulkan temuan dalam operasi pencarian jasad penumpang Sriwijaya Air SJ-182 dalam 324 kantong jenazah dan 264 kantong properti. Sebanyak 47 jenazah korban kecelakaan pesawat itu sudah berhasil diidentifikasi.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ 182 yang menerbangi rute Jakarta-Pontianak pada 9 Januari 2021 jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat Boeing 737-500 yang lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Sabtu (9/1) pukul 14.36 WIB itu menurut data manifes membawa 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.

Reporter : globalplanet Editor : amarullah 159