Berita :: GLOBALPLANET.news

Keterangan resmi dari polisi. (Foto: Teddy)

25 Januari 2021 13:25:37 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Polrestabes Palembang merilis hasil penyelidikan terkait seorang dokter meninggal dunia di dalam mobil usai divaksin, Jumat (22/1/2021) lalu. Hasilnya, polisi menyimpulkan korban meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya.

Hasil penyelidikan pihak kepolisian, ditemukan bahwa mobil korban dalam keadaan mati mesin, pintu tidak terkunci, dan jendela kanan sopir terbuka sedikit. Korban meninggal dalam posisi tertelungkup ke kiri tangan kanan memegang dada kiri dengan kebiruan pada wajah bibir dan badan lainnya.

Lalu, ditemukan 1 keping obat nitrokaf retard 10 kapsul dan sudah terpakai 1 kapsul yang merupakan obat jantung, dari CCTV di TKP mobil parkir di depan Alfamart sekitar pukul 08.05 WIB dan korban tidak keluar sampai ditemukan dalam keadaan meninggal.

Dari keterangan saksi, bahwa pihak keluarga menghubungi korban pukul 08.30 WIB tetapi tidak diangkat korban. Dan dari hasil visum dan medical record ada bintik pendarahan di bola mata kanan dan kiri, tidak ada tanda kekerasan, dan diperkirakan kematian korban berkisar pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB atau 12 jam sebelum di lakukan pemeriksaan 01.07 WIB.

Korban mengalami aspiksia berat (kekurangan oksigen) karena 3 bulan sebelum kejadian korban mengalami nyeri dada berat dan sudah berobat disalah satu dokter jantung di kota Palembang. 

Keterkaitan dengan kejadian

Diketahui jagat dunia maya dan dunia nyata di Palembang, Sumatra Selatan dihebohkan penemuan dokter Jamhari Farzal (49) meninggal dalam sebuah mobil di depan Alfamart, Jumat (22/1/2021) malam. Yang mengagetkan lagi, beredar informasi jika dokter tersebut baru sehari pasca-disuntik vaksin COVID-19. 

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi ditemukan satu keping obat nitrokaf retard sebanyak 10 kapsul dan sudah terpakai satu kapsul. Obat ini merupakan obat sakit jantung. Dari rekaman CCTV di lokasi, mobil korban parkir di depan Alfamart sekitar pukul 08.05 WIB dan korban tidak keluar sampai ditemukan dalam keadaan meninggal pada malam harinya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra menuturkan bahwa kematian korban tidak ada kaitannya dengan vaksinasi. "(koordinasi) dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), kalaupun ada dampak dari vaksinasi itu hanya 1 - 2 jam saja dari vaksinasi, sementara korban ditemukan (meninggal) sudah lebih dari 24 jam setelah divaksin," ujar Supriadi di Mapolrestabes Palembang, Senin (25/1/2021).

Hasil penyelidikan polisi dibenarkan keluarga korban, Fauzi, yang menuturkan korban sudah menderita sakit jantung sejak tiga bulan terakhir. Korban juga telah berobat ke dokter spesialis jantung RSMH dan untuk dianjurkan mengkonsumsi obat jantung. "Jadi kami membenarkan korban meninggal dunia akibat serangan jantung," katanya.

Paska imunisasi kewenangan komnas Kipi dan hasil koordinasi dengan Komnas Kipi via zoom meeting bahwa kejadian syok anafilaktif paska vaksinasi dapat diabaikan sebagai sebab kematian karena waktu terjadinya syok anafilaktif berkisar 1 - 2 jam setelah dilakukan vaksin sedangkan korban dilakukan vaksin sudah lebih dari 24 jam.

Korban melakukan vaksinasi Kamis (21/1/2021) sekira pukul 10.06 WIB di puskesmas I Ulu Kecamatan SU I Palembang dengan rentang waktu korban dilakukan vaksinasi dan perkiraan waktu meninggal sesuai hasil pemeriksaan porensik yakni 26 jam.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra menuturkan bahwa kematian korban tidak ada kaitannya dari dampak vaksinasi.

"Dari komnas Kipi kalaupun ada dampak dari vaksinasi itu hanya dari 1 - 2 jam saja, sementara korban ditemukan sudah lebih dari 24 jam setelah di vaksin," kata Supriadi di aula Mapolrestabes Palembang Senin (25/1/2021).

Lanjutnya, jadi jelas kematian korban tidak ada kaitannya dengan vaksin, korban meninggal dunia karena serangan jantung dan memang mempunyai riwayat penyakit jantung. "Saat akan di lakukan vaksin kondisi tubuh korban normal dan tensi darah normal untuk dilakukan vaksin, sehingga dibolehkan mengikuti vaksin," jelasnya.

Keluarga korban, Fauzi mengatakan benar bahwa korban sudah menderita sakit jantung sejak 3 bulan terakhir ini dan korban juga memang telah berobat ke dokter spesialis jantung RSMH untuk dianjurkan mengkonsumsi obat jantung. 

"Jadi kami membenarkan korban meninggal dunia akibat serangan jantung," katanya.

Reporter : Teddy Editor : Erik Oktasubadra 231