Berita :: GLOBALPLANET.news

Pelaku Muhammad Taufik sudah diamankan terkait kasus pembunuhan yang dilakukannya. (Foto: Teddy).

27 Februari 2021 16:09:18 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Buronan kasus pembunuhan yang melarikan diri kurang lebih 3 tahun lalu, Muhammad Taufik alias Taufik (23) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Lorong Pasundan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II Palembang, berhasil ditangkap anggota Opsnal Sat Reskrim Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang, Jumat (26/2/2021) malam.

Informasi yang dihimpun, perbuatan pelaku ini sesuai tindak pidana pasal 170 ayat 3 KUHP terjadi Senin (25/6/2018) sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Perintis Kemerdekaan Lorong Setuju Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan IT II Palembang. 

Berawal saat itu terjadi keributan antara korban Wanto (30) dengan pelaku Taufik dikarenakan pelaku pernah memergoki korban hendak melakukan pencurian. Lalu korban dendam dan menantang pelaku untuk berkelahi, selanjutnya pelaku langsung pulang kerumah dan mengambil senjata tajam jenis pedang dan langsung mencari korban. 

Saat bertemu di tempat kejadian perkara (TKP) dengan korban, tanpa banyak bicara pelaku langsung membacok leher dan kepala  korban. Saat korban terjatuh lalu pelaku menusuk tubuh korban dengan senjata tajam jenis pedang tersebut secara berkali-kali dan menyebabkan korban meninggal dunia. 

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing ketika dikonfirmasi membenarkan pelaku sudah ditangkap. "Benar pelaku ini sudah lama menjadi target operasi (TO), hampir 3 tahun menjadi DPO,  disaat mengetahui keberadaan pelaku anggota langsung melakukan penangkapan," kata Edi Sabtu (27/2).

Lanjut Edi, selain mengamankan pelaku pihaknya juga mengamankan barang bukti (BB) berupa pakaian yang digunakannya, serta pedang yang di pakainya saat menusuk korban, "Pelaku terancam pasal Pasal 170 ayat ( 3 ) KUHPidana, dengan ancaman kurungan penjara 7 tahun penjara," ungkapnya. 

Terpisah, Taufik mengaku khilaf melakukan aksi pembacokan itu, "Saya khilaf karena ditantang korban, makanya saat itu saya bertemu di tempat kejadian perkara (TKP) langsung saya bacok," katanya.

 

​​​

Reporter : Teddy Editor : Erik Oktasubadra 229