Berita :: GLOBALPLANET.news

Rapat koordinasi oenanggulangan Karhutla bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Gedung Promoter Polda Sumsel, Senin (1/3/2021).

02 Maret 2021 08:02:19 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pemerintah Sumatera Selatan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Guna mengantisipasi bencana kebakaran dan asap, mengingat musim kemarau segera tiba.

"Maret ini kita sudah menetapkan status siaga darurat. Rencana kita dalam minggu ini untuk melaksanakan apel besar. Paling tidak setelah ditetapkan status, organisasi kesatuan dan keadministrasian atau kesiapan personel dan alat sudah siap," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru.

Lanjut Deru, pencegahan karhutla secara dini harus dilakukan sebagai bentuk penanggulangan yang sebelumnya sukses di tahun lalu. Pihaknya mencatat, kesadaran masyarakat di desa dalam mencegah karhutla sudah mulai tumbuh. 

Jika sebelumnya ada 140 desa yang rawan karhutla, maka saat ini tersisa 90 desa. Penangganan ini yang saat ini dikerjakan agar masyarakat bersama melakukan pencegahan bersama pemerintah. 

"Kita mau keberhasilan tahun 2020 itu menjadi standar kita di 2021 dan tahun mendatang," ujarnya. 

Dikatakan Deru, pihaknya menyiapkan dua solusi pencegahan karhutla yang terdiri dari solusi jangka pendek dan panjang. Solusi jangka pendek pihaknya mencoba mencarikan jalan keluar kepada pemilik lahan agar tidak melakukan kebakaran lahan, dengan mengajarkan pemanfaatan bekas tebasan rumput atau rating sebagai pupuk. 

Sedangkan jangka panjang, pihaknya akan mengupayakan tanah - tanah kosong tak berpenghuni agar bisa dikelola. Sebab biasanya tanah milik negara ataupun koorporasi yang banyak di diamkan terjadi kebakaran. 

"Solusi inilah yang kita lihat untuk mencegah karhutla, sebab kalau kecil saja sudah terbakar akan sulit dipadamkan. Bayangkan, BNPB untuk satu jam pemadaman memerlukan uang Rp200 juta," pungkasnya. 

Reporter : Andika Pratama Editor : amarullah 3530