Berita :: GLOBALPLANET.news

Salah seorang penyandang disabilitas berlatih menyervis handphone di Panti Sosial Bina Daksa Budi Perkasa Palembang, Kamis (4/1/2018). (Foto: Iis Devi Rahayu/GLOBALPLANET.news)

04 Januari 2018 14:11:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Sekilas tidak ada yang berbeda dengan peserta penerima manfaat di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Budi Perkasa Palembang dengan masyarakat pada umumnya. Namun jika ditelisik lebih dalam, mereka memiliki kehidupan yang luar biasa.

Dengan keterbatasan yang dimiliki, tidak mematahkan semangat mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Keberadaan Panti Sosial yang berada di Jalan Sosial KM 5 ini dirasa lebih mampu menerima dan membangkitkan kepercayaan diri dalam keterbatasan fisik.

Di Panti Sosial tersebut, para penerima manfaat diberikan 11 keterampilan sesuai dengan minatnya. Yakni keterampilan komputer, penjahitan, las, elektronik, kerajinan tangan, otomotif, pertanian terpadu, tata rias, penjahitan pria, penjahitan wanita dan service handphone.

Kepala Panti, Dra Teni Tresnayanti melalui Psikolog, Kasiyanti menjelaskan, para penerima manfaat yang berada di Panti Sosial ini memulai aktivitas pukul 04.00 WIB dengan melakukan ibadah shalat Subuh bagi yang beragama Islam.

“Kemudian sarapan pagi, apel, dan mengikuti bimbingan mental (bintal) setiap hari. Untuk materinya beda-beda berupa motivasi mulai dari sikap dan perilaku yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan semangat hidup mereka, setelah itu mereka belajar keterampilan,” jelas dia pada GLOBALPLANET.news, Kamis (4/1/2018).

Usai belajar keterampilan, kata dia, peserta penerima manfaat ini pada pukul 12.00 WIB akan diberi waktu istirahat makan sholat. Setelah itu kembali ke asrama, dan bisa mengikuti ekskul musik dan diberikan pelajaran baca tulis bagi yang buta huruf.

Masih dijelaskan dia, PSBD Bina Perkasa Palembang sendiri merupakan Pusat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas fisik untuk jangkauan wilayah Regional Sumatera dengan berbagai fasilitas lengkap. Saat ini terdapat sekitar 60 orang penerima manfaat yang mengikuti pelatihan.

Novan, peserta penerima manfaat ini mengaku tidak memiliki kesulitan berarti dalam membenahi kerusakan motor hanya saja geraknya sedikit terbatas.

Meski kecelakaan mobil beberapa tahun lalu sempat merenggut satu bagian kakinya, dan membuatnya merasa minder. Namun dengan berada di Panti menurutnya dapat memulihkan kepercayaan dirinya secara bertahap.

“Awalnya dulu malu dan selama dia tahun saya tidak mau keluar dan bertemu orang luar karena minder. Ketika masuk disini dan ketemu dengan orang yang sama, sedikit-sedikit mulai percaya diri apalagi kita terus diberi motivasi, belajar juga mengenai mesin di bengkel ini,” ujarnya.

Tidak banyak yang diinginkan Novan, baginya cukup ada yang mampu menerima keterbatasan fisiknya untuk dapat bekerja di tempat yang layak. Sebab ia memiliki kemampuan yang sama bahkan lebih daripada orang dengan fisik yang sempurna. “Ingin kerja di bengkel besar dan nggak dipandang sebelah mata aja biar tidak merepotkan keluarga,” harapnya.

Reporter : Ina Parlina Editor : Agus Rizal 1478