loader

Operasi Sikat Musi 2021, Perampok Toko Swalayan Menyerah Usai Diterjang Timah Panas

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pelaku yakni Haris Munandar (25) yang ditangkap Kamis (8/4/2021) malam. Lantaran melawan dan mencoba melarikan diri, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kaki.

Penangkapan pelaku berawal dari berhasilnya pihak kepolisian mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTV dan merupakan bagian dari Operasi Sikat Musi yang sedang dijalankan Polrestabes Palembang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing membenarkan pelaku pencurian dengan kekerasan berhasil ditangkap dan merupakan target operasi (TO), 

"Pelaku memang sudah menjadi TO kasus Curas di sebuah toko swalayan, setelah mendapat laporan dari korban di Polsek Sukarami, Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pidum dan Tekab 134 melakukan penyelidikan, dan akhirnya berhasil menangkap pelaku," ujar Kompol Tri Wahyudi.

Tri Wahyudi menuturkan, kejadiannya disaat karyawan di toko swalayan tersebut hendak menutup toko, sementara itu pintu depan toko hanya dirapatkan saja dan tidak terkunci. 

"Tidak lama kemudian, datang pelaku langsung membuka pintu kemudian masuk dan menutup kembali pintu sambil mengeluarkan senjata tajam jenis golok yang diselipkan di pinggangnya," jelasnya.

Masih katanya, pelaku langsung menuju kasir mengacungkan golok kepada karyawan sambil mengancam untuk menyerahkan uang di kasir. 

"Lantaran ketakutan diancam pelaku yang mengacungkan goloknya, korban akhirnya memberikan uang setoran jualan kepada pelaku sebesar Rp 12,5 juta yang seharusnya akan di setorkan ke lantai 2," terangnya.

Untuk pelaku sendiri, lanjutnya, diberikan tindakan tegas terukur dilapangan saat dilakukan penangkapan karena berusaha melawan dan hendak melarikan diri. "Atas ulahnya pelaku akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun," tegasnya.

Sementara, pelaku Haris Munandar, membenarkan dirinya telah melakukan perampokan dengan menggunakan senjata tajam jenis golok.

"Ya pak, saya melakukan perampokan, karena butuh uang pak, jadi terpaksa melakukan ini. Saat ini tidak ada pekerjaan tetap, uang habis digunakan dan dipakai membeli kebutuhan sehari-hari saja," tandas dia siangkat.

Share

Ads