loader

Palembang Tak Dapat Jatah Vaksin Lanjutan, Ini Penyebabnya

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - "Lansia rendah serapan, karena dari data masuk lebih kurang di Palembang 181.030 lansia yang harus divaksin. Namun yang baru diserap baru sekitar 40 persen saja, " ujar Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas KesehatanPalembang, dr Mirza Susanty.

Dikatakan Mirza, rendahnya penyerapan vaksin untul lansia disebabkan sejumlah faktor, seperti adanya kekhawatiran golongan lansia saat divaksin dan ditambah sebagian diantaranya mengidap komorbid.

Karena hal tersebut, pihaknya harus menghentikan sementara pelaksanaan vaksinasi bagi lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelayan publik Pemkot Palembang.

"OPD sejauh ini kita setop, itu tadi karena termin 3 tidak jatah vaksin. Belum lagi karena minim serapan di golongan lansia yang kebanyakan karena takut dan adanya penyakit komorbid," katanya. 

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak diterimanya vaksi termin lanjutan berdampak pula pada pencapaian target serapan vaksinasi Covid-19 di Palembang, saat ini Dinkes memprioritaskan pelaksanaan bagi para tenaga pendidik termasuk dosen Perguruan tinggi. Hingga saat ini, vaksin untuk guru sudah diangka serapan 80 persen.

"Dari dosis dan ketersediaan vaksin yang ada, target kita untuk dosis pertama selesai awal Mei dan dosis kedua di pekan keempat Mei," pungkasnya. 

Untuk sementara, kata dia, hingga bulan Mei pihaknya tidak mendapatkan jatah distribusi vaksin Covid-19 lanjutan. Vaksin akan dikirim jika serapan vaksin juga tinggi. "Sampai bulan Mei nanti kita tidak akan dapat penyaluran vaksin lagi, kecuali vaksin yang ada sudah selesai diserap," tutupnya. 

Share

Ads