Berita :: GLOBALPLANET.news

24 Agustus 2021 19:49:07 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET.news - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di berbagai tingkatan, terus membantu pemerintah menekan angka Covid-19, terutama di sekitar pesantren yang bernaung di bawah LDII. Hal itu penting dilakukan guna mencapai herd immunity atau kekebalan komunal, terutama di lingkungan pesantren.

“Kami memiliki setidaknya 200-an lebih pondok pesantren. Di pesantren ini merupakan tempat berkumpulnya ratusan hingga puluhan ribu santri. Belum lagi warga di sekitar, yang menciptakan perputaran ekonomi yang unik,” ujar Ketua Umum DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso. 

Pandemi Covid-19 membawa dampak pada pesantren-pesantren tersebut. Para santri rentan terhadap pandemi, karena kehidupannya bersifat komunal. Sementara ketika pesantren-pesantren sepi, roda perekonomian juga berhenti berputar. 

“Kami sejak Mei 2021, mendorong pesantren-pesantren bekerja sama dengan TNI-Polri, Dinas Kesehatan, hingga Puskesmas mengadakan vaksinasi massal,” imbuh Chriswanto. Harapannya, pondok pesantren LDII sebagai penyemaian kebangsaan dan dakwah, bisa terus menjalankan fungsinya menjalankan pembinaan umat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar pondok pesantren. 

Kegiatan vaksinasi massal bekerja sama dengan berbagai pihak, menurut KH.Chriswanto Santoso adalah permintaan Presiden Jokowi pada awal Maret lalu. Untuk itu, pihaknya segera berkonsolidasi dengan para pimpinan DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia untuk menghelat vaksinasi massal, yang dipusatkan di sekitar pesantren. 

Dukungan terhadap LDII, yang mengadakan vaksinasi massal berbasis pesantren didukung banyak pihak, di antaranya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Saat mengunjungi kegiatan vaksinasi massal di Aula Ponpes Sabilurrosyidin Annur, Gayungan, Surabaya, Sabtu (21/8), ia mengatakan LDII jadi pionir vaksinasi berbasi pesantren. 

“Vaksinasi massal yang berbasis pesantren, seperti yang dilakukan LDII ini kategorinya assabiqunal awwalun,” kata Khofifah. Artinya, LDII menjadi pelopor kegiatan vaksinasi yang fokus pada masyarakat di pesantren dan sekitarnya. Perlu diketahui, pesantren-pesantren di Jawa Timur, menurut Khofifah memberi sumbangan perekonomian yang besar bagi warga di sekitarnya. 

Pemprov Jawa Timur, menurut Khofifah mendukung dan mempersilakan LDII untuk melaksanakan vaksinasi dosis kedua, “Segala yang baik bagi kemaslahatan masyarakat, bisa dilaksankan bersama antara ormas dengan pemerintah,” pungkas Khofifah Indar Parawansa. 

Selain Khofifah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, hingga Menkes Budi Gunadi Sadikin memuji LDII, dalam melaksanakan vaksinasi massal. Mereka memuji fasilitas yang diberikan LDII dan pondok-pondok pesantren tersebut. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi berjalan tertib dan tidak ada kerumunan, karena menggunakan sistem antrean yang baik.

Mendukung program tersebut, DPD LDII Kota Palembang juga telah menghelat vaksinasi massal sebanyak dua kali. Kerjasama dengan beberapa pihak seperti Puskesmas Kenten dan Kodim 0418 Palembang berhasil memvaksin sebanyak 2000 warga yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Fatah Palembang.

Ketua DPD LDII Kota Palembang, Daud Padamulya mengatakan bahwa DPD LDII Kota Palembang akan terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan vaksinasi yang baik untuk mendukung program pemerintah dalam mengejar target Herd Immunity.

Menurutnya, Pondok Pesantren menjadi basis yang strategis dalam pelaksanaan vaksinasi massal dan akan terus dilaksanakan dengan baik.

“LDII Kota Palembang sudah dua kali melaksanakan vaksinasi massal, dan alhamdulillah berjalan dengan tertib dan lancar, selanjutnya kami akan terus mengevaluasi dan menjalin kerjasama kembali untuk pelaksanaan vaksinasi yang lebih baik lagi, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan vaksinasi covid-19 ini," ujarnya.

Reporter : Globalplanet Editor : amarullah 500