Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin (Foto: dok.GLOBALPLANET.news)

06 Februari 2018 17:15:48 WIB

MUBA, GLOBALPLANET.news - Terkait adanya aksi pencurian besi tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba beberapa waktu lalu, membuat Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, geram dan marah.

Karena, akibat ulah sejumlah oknum masyarakat tersebut, menyebabkan tower SUTET yang menghubungkan Gardu Induk Betung ke Gardu Induk Teladan Sekayu, ambruk lantaran pondasinya tidak kuat, hingga menyebabkan aliran listrik ke Kota Sekayu dan sekitarnya sempat padam cukup lama.

"Jelas saya kecewa dan geram dengan kejadian tersebut. Pelaku pencuriannya harus dihukum seberat-beratnya, karena ini menyusahkan orang banyak," tegas Dodi saat dibincangi di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (6/2/2018).

Selain itu, kata Dodi, untuk menghubungkan GI Betung dan GI Teladan agar pasokan listrik menjadi lebih stabil, diperlukan pengorbanan yang cukup besar. Namun sayang hasil itu dirusak oleh kepentingan individu sekelompok warga yang tak bertanggung jawab.

"Saya dengan Pak Beni ini berdarah-darah agar GI Betung dan GU Teladan dapat terhubung, dan dalam waktu enam bulan bisa kita selesaikan. Namun dirusak begitu saja untuk kepentingan individual yang merugikan masyarakat luas," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Dodi, pihak PT PLN telah membangun tower emergency agar distribusi listrik tetap berjalan, meskipun belum sepenuhnya maksimal. 

"Kepada masyarakat diminta bersabar, tower emergency sudah berdiri dan tinggal menstabilkan tegangannya. Kalau kita membanguna tower baru, maka bisa memakan waktu satu bulan, tapi minta dipercepat," tuturnya.

Disinggung apa langkah agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, Dodi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Muba dan Kodim 0401 Muba, agar dapat membentuk tim pengamanan untuk melakukan patroli di objek-objek vital.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolres dan Dandim, untuk membuat tim pengamanan terpadu dengan melakukan patroli, itu sebagai bentuk pencegahan. Kita juga akan lakukan pemberian pemahaman kepada masyarakat, agar turut serta menjaga aset-aset vital, masyarakat harus disadarkan," terang Dodi.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Rahmat Hakim, melalui Kabag Ops Polres Muba Kompol Erwin S Manik mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lain yang melakukan pencurian besi tower SUTET di Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu.

"Identitas ketiga pelaku sudah kita kantongi, dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sekarang dalam pengejaran, target kita satu minggu dapat tertangkap," tandas dia.

Untuk diketahui, pada Jumat (2/2/2018) , sekitar pukul 21.00 WIB, tower SUTET di Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu ambruk. Dari hasil penyelidikan, ambruknya tower tersebut disebabkan beberapa bagian besi siku tower hilang karena dicuri. Kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan Ratna Dewi, warga Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, sekitar pukul 22.00 WIB, pada Sabtu (3/2/2018). Ratna ditangkap, lantaran menjadi penadah besi tower SUTET yang dicuri tersebut.

Dari keterangan Ratna, Satreskrim Polres Muba langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap seorang pelaku bernama Deni, pada Minggu (4/2/2018), pukul 02.00 WIB, di kediamannya Desa Lumpatan II, Kecamatan sekayu. Berdasarkan pengakuan pelaku Deni, masih ada tiga pelaku lainnya (DPO) yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Bahkan, mereka telah tiga kali melakukan pencurian besi tower SUTET, pertama pada Senin (29/1/2018) seberat 400 kg, kedua pada Rabu (31/1/2018) seberat 400 kg, dan terakhir pada Sabtu (3/2/2018) seberat 300 kg.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Amizon 698