Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi Pilkades Serentak. (Grafis: Iis Devi Rahayu/ GLOBALPLANET.news)

29 Maret 2018 16:49:20 WIB

OKUT, GLOBALPLANET.news - Dua kecamatan di OKU Timur, yakni Cempaka dan BP Bangsaraja absen alias tidak ikut menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2018 dengan sistem e-voting. Hal tersebut mengingat masa jabatan di kedua kecamatan tersebut berakhir pada 2019.

Sedangkan pada 2019, tidak ada penyelenggaraan Pilkades Serentak lantaran pada tahun tersebut akan berlangsung Pemilu Legeslatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Untuk itu, Kecamatan Cempaka dan BP Bangsaraja akan menyelenggarakan Pilkades Serentak pada 2020.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda OKU Timur, Fifi Luthas Bahagia, mengatakan, pada 2018 sebanyak 40 desa dari 18 kecamatan di Bumi Sebiduk Sehaluan akan menyelenggarakan Pilkades Serentak dengan sistem e-voting. Namun, untuk Kecamatan Cempaka dan BP Bangsaraja tidak ikut menyelenggarakannya.

“Untuk biaya penyelenggaraan Pilkades Serentak dibagi dari dua sumber, yakni APBD dan APBdes. Untuk kelengkapan dan panitia desa, dianggarkan dari APBDes sedangkan yang lainnya dari APBD kabupaten. Biaya penyelenggaraan di setiap desa berbeda, maupun bervariasi dan disesuaikan dengan jumlah mata pilih dan panitia,” ujarnya, Kamis (29/3/2018).

“Untuk peralatan penunjang e-voting seluruhnya merupakan kewenangan Dinas Kominfo kita hanya penyelenggara,” tambahnya.

Dirinya juga menuturkan, adapun 40 desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak dengan sistem e-voting pada tahun ini, diantaranya Desa Keromongan, Desa Tanjung Kemala Barat, Kecamatan Martapura, Desa Mendah Kecamatan Jayapura, Desa Peracak Kecamatan Bungamayang, Desa Pulau Negara, Desa Bantan, Desa Negeri Lakuan, Kecamatan BP Peliung.

“Kemudian Desa Sukaraja Tuha, Desa Ganjar Agung, Desa Mulyo Agung, Desa Muda Sentosa, Kecamatan Buay Madang, Desa Srikaton, Desa Sukoharjo, Desa Tanjung Mas, Desa Bangun Harjo, Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Desa Simpang Karta Mulya, Kecamatan Madang Suku I,” terangnya.

Sementara, Asisten I Setda OKU Timur, Drs Dwi Supriyanto, MM, menambahkan, dengan penerapan sistem e-voting bertujuan untuk memperkecil kesalahan saat mencoblos. Pihaknya juga sudah melakukan studi banding di Banyuasin.

“Kita juga akan kembali melakukan studi banding ke Jawa di kabupaten yang sudah melakukan Pilkades Serentak dengan sistem e-votting. Diharapkan, penyelenggaraan Pilkades Serentak ini bisa meminimalisir kesalahan terutama saat pencoblosan,” tandasnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Hertha Della 917