Berita :: GLOBALPLANET.news

Wali Kota non aktif Ida Fitriati Basjuni bersama warga Talang Ayek Salak meghujak dodol. Membuat dodol salah tradisi masyarakat Pagaralam saat melakukan hajatan. (Foto: Ist)

03 April 2018 15:34:44 WIB 92

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - ‎Wali Kota Non Aktif Ida Fitriati Basjuni sangat peduli dengan masyarakatnya. Setiap kali ada undangan hajatan, jika tidak keluar kota, Ida selalu menyempatkan diri untuk hadir, baik itu hajatan, syukuran maupun warga yang meninggal dunia.

Seperti saat datang memenuhi undangan warga Talang Ayek Salak, Selasa (3/4/2018), Ida diajak meghujak atau mengadon dodol.‎ Sutinah (48), warga Talang Ayek Salak menuturkan, Ida selalu datang ke Talang Ayek Salak.

“Pemimpin seperti buk Ida inilah yang kami inginkan. Ketika ada ajakan warga, buk Ida selalu bergegas untuk datang, meskipun undangan hanya warga biasa,” ungkap dia.

Dengan kedatangan Ida, kata Tinah, panggilan akrab Sutinah, membuktikan bahwa Ida peduli. Pasalnya, dengan kedatangan Ida secara langsung membuat masyarakat sangat bangga.

“Kalau ada yang meninggal dunia dan hajatan, jika buk Ida ada di Kota Pagaralam selalu menyempatkan diri datang. Pemimpin itu harus seperti ini. Kalau diundang sedekah tidak hadir, kematian tidak hadir itu bukan sosok pemimpin. Masyarakat itu ‎harus diperhatikan seperti ini,” katanya.

Senada dijelaskan Ani (39), Ida tidak memandang tempat dan lokasi. Kali ini, Ida bersedia diajak meghujak dodol. Bahkan, Ida masuk ke dapur melihat pekerjaan ibu - ibu di Talang Ayek Salak.

“Buk Ida merupakan sosok pemimpin idaman. Meskipun seorang pemimpin buk Ida tidak melupakan kodratnya sebagai wanita, sehingga ikut memasak dodol dan masuk dapur,” kata dia.

Sementara, Wali Kota Non Aktif, Ida Fitriati Basjuni menuturkan, pihaknya sangat senang mendapatkan undangan dari masyarakat. Untuk itulah, jika ada di Kota Pagaralam selalu menyempatkan diri hadir, jika akan bepergian maka akan berkunjung lebih awal dengan istilah di Kota Pagaralam nyughok.

Insha Allah jika ada di tempat saya hadir. Saya sangat senang ketika diundang. Itu berarti saya diajak sebagai keluarga bagi masyarakat Pagaralam. Untuk itulah, ke depan saya berharap masyarakat tetap melestarikan tradisi yang sudah ada seperti pantauan, dan lainnya,” tandasnya.

Reporter : Yayan Darwansah Editor : Agus Rizal