Berita :: GLOBALPLANET.news

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

03 April 2018 21:27:11 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET.news - Permasalahan mengatasi dan mengelola sampah tak boleh diremehkan. Perlu inovasi, dan terobosan. Serta yang tak kalah penting, antar pemerintah daerah harus saling dukung.

Selain itu, diperlukan konektivitas antar daerah dalam pengelolaan sampah. Jika berjalan sendiri-sendiri, masalah sampah akan jadi bom waktu, karena terkait dengan daya dukung lingkungan.

Demikian dikatakan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Menurut Tjahjo, dalam penanganan dan pengelolaan sampah, yang penting harus ada sinergi. Ia contohkan Jakarta yang lahan untuk pembuangan sampah akhirnya terbatas dan harus membangun di daerah lain, dalam hal ini di Bantar Gebang, Bekasi. Karena itu diperlukan sinergi dan konektivitas.

“Saya kira perlu ada sinergi. Termasuk kontribusi anggarannya juga. Makanya kalau sampah di Jakarta, saya kira harus ada sinergi dengan Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan. Karena kan pembuangan sampah. Kalau nanti mau diolah menjadi energi juga daerah harus ada kontribusi mendapatkan hasil keuntungan,” tutur Tjahjo.

Tjahjo juga menekankan masalah sampah ini menyangkut dengan daya dukung lingkungan hidup. Perlu segera ada gerakan sampah yang bersifat massif. Karena faktanya, daerah yang mendapatkan Adipura saja, sampahnya masih berceceran.

“Tolonglah, misalnya kayak pasar, terminal, mal -mal, perkantoran minimal ada tempat-tempat yang buang sampah. Apalagi kalau sudah sistem yang ada di Singapura yang kertas, plastik dan sebagainya,” katanya, seperti dilansir Kemendagri.go,id.

Tjahjo menilai, daerah belum fokus dalam penanganan sampah. Sebab dalam perencanaan anggaran maupun kebijakan strategis daerah pun, masalah sampah masih dinomorduakan. Juga masalah lingkungan, belum jadi fokus.

“Contoh hotel saja hancur, dan mengganggu pariwisata. Jangan hanya melulu masalah urusan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sanitasi dan air minum. Melayani masyarakat yang bersih dan sebagainya, juga penting,” kata Tjahjo.

Tapi ia menilai positif, program penanganan sampai di 10 daerah yang jadi percontohan. Progresnya sudah mulai bagus. Misal Bandung dan Bogor, penanganan sampahnya mulai bagus. Begitu juga dengan Jakarta sudah mulai tertata.

“Minimal di trotoar ada tempat-tempat sampah dalam radius yang meter itu aja. Dengan intensif dan serius, saya kira akan menjadi percontohan buat semua daerah,” katanya.

Reporter : - Editor : Agus Rizal 224