Berita :: GLOBALPLANET.news

Pasangan yang nikah di bawah tangan mengikuti sidang isbat yang dipimpin Hakim dari Pengadilan Agama Kayuagung di Gedung Serbaguna, di Ogan Ilir. (Foto: Muslandik)

07 April 2018 07:38:27 WIB 74

OI, GLOBALPLANET.news - Setelah menjalani hampir 30 tahun berumah tangga, akhirnya Zuhdi (59) dan Istrinya merasa lega. Pasalnya, pernikahan yang dilangsungkan pada tahun 1987 baru bisa dicatatkan atau legal secara hukum negara, setelah mengikuti kegiatan Isbat Nikah Terpadu Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang berlangsung di Gedung Serbaguna Caram Seguguk, Jumat (6/4/2018).

Saat dibincangi awak media, bapak tiga anak dan empat orang cucu ini mengatakan, alasannya belum mencatatkan pernikahan selama puluhan tahun, karena pada saat itu pencatatan pernikahan tidak begitu penting. Selain itu, administrasi pada tahun 1987 dirasakan terlalu mahal. "Di era tahun delapan puluhan biaya pernikahan masih sangat mahal," ujarnya kepada GLOBALPLANET.news.

Lebih lanjut ia mengatakan, merasa senang dengan adanya program isbat nikah ini, karena selain gratis juga administrasi sangat mudah. “Seluruh persyaratan di urus langsung petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab OI, " tambahnya.

Selain itu, saat ini surat pernikahan sangat dibutuhkan untuk keperluan anaknya melamar pekerjaan, umroh, dan kebutuhan lainnya. Dia berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin pada masa mendatang. “Kegiatan ini sangat membantu bagi masyarakat yang menikah di bawah tangan, dan belum punya surat nikah,” terangnya.

Sementara Bupati OI Ilyas Panji Alam mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian pihaknya kepada masyarakat yang belum ada surat nikah. “Kita berharap kegiatan ini menjadi solusi warga yang membutuhkan legalisasi pencatatan pernikahan," ucapnya, kepada para peserta isbat nikah.

Pantauan GLOBALPLANET.news, kegiatan sidang isbat tersebut diikuti puluhan pasangan yang terlihat antusias mengikuti proses sidang yang tidak rumit oleh sembilan hakim dari Pengadilan Agama Kayuagung.

Reporter : Muslandik Editor : M.Rohali