Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala BNN Prabumulih, Ibnu Mundzakir (Foto: Hardoko Susanto)

13 April 2018 10:07:17 WIB 334

PRABUMULIH, GLOBALPLANET.news - Badan Narkotika Nasional (BNN) Prabumulih terus mengembangkan kasus keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih.

Setelah sebelumnya JRP (PNS Dinas Sosial) menyeret delapan nama, AN (Dishub), AL (Dishub), CA (Disdukcapil), RL (RSUD), ANL (Kelurahan Sungai Medang), ARJ (Bagian Umum), RO (Dinsos), dan MJ (Sat Pol PP).

Baru – baru ini, berdasarkan “nyanyian” dari tersangka lagi, muncul 10 nama yang berstatus PNS di lingkungan Pemkot Prabumulih yang diduga sebagai pengguna narkoba.

“10 nama itu, NA (Bagian Perlengkapan), PUT (Puskemas Mabes), RE (Dishub), FI (Dishub), AR (Dishub), AD (Dishub), WA (DLH), ANG (Kelurahan Prabu Jaya), TA (Kelurahan Karang Jaya), dan DO (UPTD),” beber Kepala BNN Prabumulih, Ibnu Mundzakir, saat dikonfirmasi GLOBAL PLANET.news, Jumat (13/4/2018).

Ditambahkan Ibnu, 10 nama tersebut akan dipanggil dan interogasi. “Selain itu, juga akan dilakukan tes urine. Sehingga dapat dipastikan terlibat penyalahgunaan narkoba atau tidak,” jelas dia.

Selain itu, BNN Prabumulih juga telah menyurati Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih, agar ke-10 nama itu dapat segera memenuhi panggilan untuk melakukan tes urine.

“Kalau mau dites urinenya, PNS yang terlibat narkoba akan kita lakukan rehab dan kita jamin tidak dipenjara. Tetapi jika mangkir, akan dijemput paksa dan tentunya siap-siap untuk diproses secara hukum,” tegasnya.

Setelah dilakukan tes urine dan positif, masih katanya, para PNS akan dilakukan dua pola rehab, yakni rawat jalan atau rawat inap. Bergantung pada tingkat penyalahgunaan narkoba.

“Kalau rawat jalan bisa dilakukan di klinik Praja Nugraha BNN. Kalau rawat inap dilakukan di sejumlah tempat yang bekerja sama dengan BNN. Biasanya, pasien harus tinggal selama 3 bulan,” jelasnya.

Terkait pemeriksaan kedelapan PNS, Ibnu mengatakan, urine keempat PNS positif, yaitu AN, CA, RL dan ANL. “Dari delapan PNS yang dipanggil, baru tujuh yang bersedia dites urine. Dan empat positif narkoba. dua negatif tetapi ada riwayat penyalahgunaan narkoba. Satu PNS, AL masih mangkir, masih kita tunggu dan jika masih mangkir akan kita jemput paksa,” tandasnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Agus Rizal