Berita :: GLOBALPLANET.news

Camat Pedamaran, Hercules dan Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin saat menijau kondisi Jembatan Babatan yang roboh. (Foto: Ist)

14 April 2018 12:08:00 WIB

OKI, GLOBALPLANET.news - Karena tidak kuat menahan terjangan arus sungai babatan dan enceng gondok, serta tumbuhan air lainya, membuat Jembatan penghubung antara Desa Pedamaran II dan Desa Cintajaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ambruk, Jumat (13/4/2018) malam.

Kejadian tersebut cukup mengagetkan warga Pedamaran. Ambruknya jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar diperkirakan sekitar 3 meter tersebut, diduga karena tak kuat menahan terjangan arus sungai babatan dan enceng gondok, dan tumbuhan air lainnya yang menyelimuti kedua sisi jembatan.

“Kejadian sudah sudah kedua kalinya. Tahun lalu juga pernah roboh, hanya sebagain badan jembatan yang ambruk. Tadi sudah ada Camat Pedamaran dan Kepala BPBD OKI meninjau lokasi,” ujar Tirta warga Pedamaran, Sabtu (14/4/2018).

Meski hanya sebagian saja yang ambruk, hal ini otomatis membuat akses transportasi antara Desa Pedamaran II dan Desa Cintajaya Kecamatan Pedamaran terganggu.

Demi menjaga dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan maka pihak kepolisian setempat memasang police line di muara jembatan Desa Pedamaran II, agar warga tidak melintasi jembatan. Dengan demikian, akses transportasi di jembatan Babatan ditutup.

Sekda OKI H Husin, Spd, MM didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, H Hapis, yang sebelumnya sempat meninjau kondisi jembatan tersebut mengatakan akan segera mengambil langkah, agar jembatan bisa digunakan lagi oleh masyarakat.

“Pemerintah akan segera mengambil langkah untuk segera memperbaiki jembatan tersebut, selain itu juga, eceng gondok atau tanaman air lainnya yang berada disekitar jembatan harus dibersihkan, karena sebelum roboh jembatan tersebut tertutup eceng gondok, kumpai dan tumbuhan air lainnya dengan ketebalan sampai ke dasar sungai 6 – 8 meter,” ungkapnya.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 353