Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana pelatihan instruktur pemadam kebakaran yang dilakukan GAPKI Sumsel di PTPN VII KM 9 Palembang, Rabu (2/5/2018). Foto: (Karerek)

02 Mei 2018 21:25:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Ketua GAPKI Provinsi Sumsel, Harry Hartanto mengungkapkan, pihaknya siap membantu pemerintah Sumsel dalam mencegah terjadinya Karhutla menjelang Asian Games 2018. Salah satunya dengan melatih instruktur pemadam kebakaran secara rutin sejak 2017 hingga 2018.

"Pengusaha sawit yang tergabung dalam GAPKI Sumsel kita beri pelatihan bagaimana cara memadam kebakaran dan langkah apa saja yang harus mereka ambil. Dengan adanya pelatihan ini bisa membantu pemerintah dalam menanggulangi Karhutla di Sumsel," ungkapnya disela pelatihan pengendalian kebakaran lagan dan kebun perusahaan anggota GAPKI Sumsel dengan bekerja sama Dinas Perkebunan Sumsel di kantor PTPN VII Km 9 Palembang, Rabu (2/5/2018).

Dijelaskannya, pelaksanaan pelatihan ini merupakan pelatihan ke 7 yang telah digelar GAPKI Sumsel untuk menyiapkan instruktur pemadam kebakaran diberbagai perusahaan kelapa sawit di Sumsel yang tergabung dalam GAPKI.

Menurutnya, komitmen menyiapkan para instruktur ini bakal terus dilakukan secara berkelanjutan meski perhelatan Asian Games telah selesai digelar di Sumsel.

"Pelatihan yang ke tujuh ini ada 15 perusahaan. Setelah dilatih mereka akan menjadi pelatih bagi teman-teman mereka di perusahaan masing-masing," ungkapnya.

Hingga saat ini, jelas Harry, 206 personil instruktur yang tersebar di 68 perusahaan di berbagai kabupaten/kota Sumsel yang tergabung dalam GAPKI Sumsel. Upaya ini, ungkapnya, untuk mencegah Karhutla di Sumsel dan demi suksesnya Asian Games 2018.

"Ini juga sebagai upaya membuktikan Indonesia menghasilkan produk kelapa sawit yang ramah lingkungan. Sehingga harus dicegah hal-hal yang bisa mencemari, dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan sebab pengelolaan sawit sebagian besar untuk ekspor. Selain itu, untuk menunjukkan pihak luar jika pengelolaan kelapa sawit di Indonesia tidak dikelola sembarangan namun prinsip-prinsip keberlanjutan kita taati," tegasnya.

Reporter : Karerek Editor : Juliandi 183