Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi (foto: bmkg.go.id)

08 Mei 2018 07:18:38 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi, dan Bumi dengan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu. Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadaan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah salah satu tupoksinya adalah memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Untuk itu, disadur dari bmkg.go.id, BMKG menyampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam, pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 15 dan 16 Mei 2018 M sebagai penentu awal bulan Ramadaan 1439 H.

Waktu Konjungsi (Ijtima’) dan Terbenam Matahari Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.

Peristiwa ini akan kembali terjadi pada hari Selasa, 15 Mei 2018 M, pukul 11 : 48 UT atau pukul 18 : 48 WIB atau pukul 19 : 48 WITA atau pukul 20 : 48 WIT, yaitu ketika nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 54,599o . Periode sinodis Bulan sendiri terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang ini adalah 29 hari 9 jam 51 menit.

Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizonteramati. Di wilayah Indonesia pada tanggal 15 Mei 2018, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17 : 27 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18 : 47 WIB di Sabang, Aceh.

Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam tanggal 15 Mei 2018 di wilayah Indonesia. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Ramadaan 1439 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 16 Mei 2018. Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Ramadan 1439 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 16 Mei 2018 tersebut.

Reporter : - Editor : Taufiq Akbar 451