Berita :: GLOBALPLANET.news

Spanduk 4:0 yang masih terpasang di Jalan Raya Prabumulih-Baturaja, Kelurahan Sukaraja, pantauan GLOBALPLANET.new. Kamis (10/5/2018). Foto: (Hardoko Susanto)

10 Mei 2018 15:01:10 WIB 58

PRABUMULIH , GLOBALPLANET.news - Demi menjaga stabilitas politik di Prabumulih spanduk 4:0 ditertibkan pihak Panwaslu. Pasalnya spanduk ini sempat menghebohkan dan mengejutkan masyarakat, tertulis "Masyarakat Prabumulih Ingin 4:0, 4 untuk Gubernur dan 0 (Kolom Kosong) untuk Walikota", dan disamping kiri tulisan terpampang gambar pasangan calon nomor 4 untuk Pilkada Gubernur (Pilgub). Diketahui ini sudah terpasang saat menyambut kedatangan kampanye Dodi-Giri, Selasa lalu (8/5/2018).

Menanggapi hal itu, kata Ketua Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu), Herman Julaidi, SH menyebutkan, kalau hal itu masuk dalam kategori pelanggaran. Dan, pihaknya sudah mengerahkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dibantu Petugas Pengawas Lapangan (PPL) untuk melakukan penertiban di sejumlah titik yang telah dipasang spanduk tersebut.

"Ada 9 titik spanduk yang sudah kita tertibkan, spanduk 4:0 tersebut kita turunkan. Lantaran, kita tidak tahu siapa yang memasang dan selain itu kita tidak mau menduga-duga. Jika mau diperingati, suratnya harus dikirim kemana," jelas Herman di sela-sela dibincangi awak media ketika Demo Komunitas Kawal Pilkada (KKP) Prabumulih, Rabu lalu (9/5/2018).

Disinggung soal pemasangan dilakukan oleh relawan paslon nomor 4 dan relawan koko, Herman tidak mau berbicara lebih jauh. Bahkan, pihak menegaskan kalau langkah yang dilakukan hanya penertiban saja.

"Karena, bentuknya pelanggaran. Makanya, spanduk tersebut kita turunkan. Adanya spanduk itu, jelas akan memicu kegaduhan dan menimbulkan, situasi dan kondisi yang tidak aman. Kita minta semua pihak, untuk tidak terpancing. Dan penertiban pelanggaran akan kita lakukan berkelanjutan," tambahnya.

Sebutnya, pelanggaran tersebut dikarenakan spanduk tersebut, tidak dipasang di arena kampanye dan tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan KPU. "Sehingga perlu ditertibkan spanduk-spanduk tersebut," pungkasnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Juliandi