Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi sawit: Ist

12 Mei 2018 09:57:00 WIB

RIAU, GLOBALPLANET.news - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) bagi petani yang memiliki lahan di bawah 4 Ha, bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi, serta secara umum untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Program peremajaan ini juga diharapakan dapat mencegah pembukaan lahan baru melalui perambahan hutan dengan cara-cara yang dapat merusak lingkungan," ujar Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Herdrajat Natawidjaja, dilansir infosawit.com, Sabtu (12/5/2018). 

Menurutnya, program peremajaan ini mendesak untuk dilakukan karena produktivitas petani sawit Indonesia umumnya rendah, hanya berkisar 2-3 Ton/Ha/Tahun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tingkat produktivitas perkebunan swasta. 

"Hal ini disebabkan karena lahan sawit milik petani umumnya merupakan tanaman tua, dan menggunakan bibit illegitim (palsu)," tambahnya.

Dia menjelaskan, Program PSR kali ini, merupakan program kerja bersama pemerintah yang dikoordinir oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN), Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, beberapa Pemerintah Kabupaten di wilayah Riau, dan BPDPKS.

Petani yang mengikuti program ini, dipastikan memenuhi aspek legalitas lahan. Sedangkan bagi petani yang belum memenuhi, akan dibantu penyiapan legalitasnya. Pelaksanaan peremajaan ini dilakukan dengan prinsip sustainability, diantaranya lokasi lahan yang sesuai, pembukaan lahan yang memenuhi kaidah konservasi, penerapan budidaya yang baik, pengelolaan lingkungan, dan kelembagaan.

Untuk menjamin praktik yang berdasarkan prinsip sustainability, peserta program wajib untuk mendapatkan sertifikasi ISPO pada panen pertama. 

 

Reporter : - Editor : Amizon 121