Berita :: GLOBALPLANET.news

Foto Ilustrasi: (Ist)

14 Mei 2018 19:55:31 WIB 421

MUBA, GLOBALPLANET.news - Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari informasi dan data yang dimiliki pihaknya terdapat sel-sel teroris di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dimana sel-sel tersebut merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang sebelumnya pernah berada di Syria.

"Ada 500 orang anggota JAD yang sebelumnya di Syria pulang ke Indonesia. Mereka ini menyebar dan membangun sel-sel di seluruh provinsi di Indonesia, kecuali di Papua Barat dan NTT," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain saat dibincangi usai Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Karhutla di Kecamatan Sungai Lilin, Senin (14/5/2018).

Aksi teroris yang terjadi, sambung jenderal bintang dua ini, tidak ada kaitannya dengan agama apapun. "Mereka ini memiliki ideologi, bagi yang tidak sepaham dengan mereka disebut kafir. Ini idiologi person yang radikal dan saya tegaskan tidak ada kaitannya dengan keagamaan," tutur dia.

Disinggung mengenai sel-sel atau jaringan teroris di Sumsel, Zulkarnain mengatakan, saat ini orang-orang yang masuk dalam radar pihaknya sedang off atau tidak melakukan kegiatan apapun.

"Mereka sedang off, saat ini sifatnya low aksi, mereka berpindah-pindah bisa di Sumsel, bisa di Jambi, bisa di Riau. Untuk sel-selnya tidak bisa kita beritahu," jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini Provinsi Sumsel dalam status Siaga 1. Dimana untuk melakukan pencegahan aksi terorisme dan penyebaran paham radikal pihaknya mengajak seluruh lapisan untuk aktif melakukan pengawasan.

"Kita imbau untuk tidak perlu takut, mari bersama-sama lawan terorisme. Kalau kita takut itu yang diharapkan oleh mereka karena itu adalah tujuannya. Kita patroli bersama dengan TNI di tempat-tempat keramaian di seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Sumsel," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Juliandi