Berita :: GLOBALPLANET.news

Personel TNI dan Polri tampak kompak di selah patroli bersama untuk mencegah gangguan keamanan di tempat umum dan tempat ibadah di Kota Palembang. (foto: ist).

15 Mei 2018 08:43:12 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Guna terciptanya keamanan dan ketertiban serta menjaga situasi tetap kondusif di wilayah Sumatera Selatan, jajaran TNI dan Polri melaksanakan patroli gabungan menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan kendaraan lainnya.

Patroli gabungan langsung dilakukan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranso, S.Sos, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara, Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E., Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Honi Havana, M.MDS., Wakapolresta Palembang dan Dansat Brimob Polda Sumsel serta diikuti oleh lebih dari 230 personel TNI Polri di wilayah Garnizun Palembang dengan sasaran tempat-tempat ibadah dan obyek vital maupun tempat keramaian lainnya, seperti yang dilakukan pada Minggu (13/5/2018) malam.

Partoli dibagi menjadi tiga tim dan semuanya langsung bergerak untuk memantau situasi dan kondisi di wilayah Palembang. Salah satunya bergerak mulai dari Santa Maria, Kedaung, lanjut melintas ke Internasional Plaza (IP), RS Charitas, Gereja Baptis, Gereja Yoseph HKBP, menuju jalan Veteran, Taman Siswa, Sudirman, Hati Kudus Methodist dan kembali ke Polresta Palembang.

Pada kesempatan tersebut Pangdam menyampaikan, bahwa kegiatan patroli gabungan ini dilakukan serentak di wilayah Sumbagsel. "Kegiatan patroli gabungan yang didahului dengan apel malam bersama di lapangan Polresta Palembang ini dilaksanakan serentak di lima Provinsi. Ini sebagai bentuk antisipasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan terjadinya aksi terorisme," sebut Pangdam.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara menyampaikan, bahwa diketahui pelaku aksi terorisme menyasar aparat keamanan yang mereka sebut Thogut, Gereja, Markas Polisi hingga pusat perbelanjaan modern dan pusat keramaian. "Dengan bersatunya aparat gabungan antara TNI dan Polri bersama elemen masyarakat lain dalam memerangai aksi terorisme sekaligus membuktikan kita tidak takut dan melawan terorisme," tegas Kapolda.

Irjen Pol Zulkarnain yang didampingi Pangdam juga menyebutkan bahwa di Sumsel ada jaringan terorisme Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang berhasil diringkus beberapa waktun lalu. "Salah satu anggota JAD asal Sumsel Abu Hafiz diketahui merupakan salah satu napi terorisme yang menyulut terjadinya aksi penyanderaan yang mengakibatkan lima anggota Brimob gugur di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok," jelas Kapolda Sumsel. (rel)

Reporter : globalplanet/rel Editor : Taufiq Akbar 90