Berita :: GLOBALPLANET.news

Tersangka Ahmad Fahmi saat diamankan di Mapolsek Madang Suku II, OKU Timur. (Foto: Istimewa)

15 Mei 2018 13:52:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET.news - Ahmad Fahmi (36) warga Desa Rasuan Baru, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur, tega menghabisi nyawa istrinya Siti Sunarti (35) dengan cara menggorok lehernya. Akibat perbuatan sadis tersangka korban mengalami luka gorok di leher lehernya dan tubuhnya terlihat mandi darah di dalam rumah.

Peristiwa berdarah yang membuat warga desa tempat gempar ini terjadi pada Selasa (15/5/2018) sekira pukul 09.00 Wib. Saat kejadian situasi desa sedang sepi, karena masyarakat desa sedang melakukan aktifitas sehari-hari. Namun situasi sontak berubah setelah adanya peristiwa pembunuhan ini. Warga setempat tidak menyangka jika pelaku nekat menghabisi isterinya secara sadis.

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Reskrim, AKP Faisal P Manalu didampingi Kanit Pidum Ipda Alimin mengatakan, pihaknya sudah mengamankan tersangka. Untuk semantara motif pembunuhan istri oleh suami ini diduga dilatarbelakangi masalah keluarga.

“Tapi itu juga belum bisa dipastikan, karena saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan dan kita juga masi meminta keterangan saksi-saksi. Tersangka membunuh isterinya menggunakan senjata tajam jenis Pisau cap Garpu” tanbahnya.

Menurut keluarga tersangka, bahwa sang suami mengidap gangguan jiwa yang sewaktu-waktu bisa kumat. Menurut Kasat Reskrim hal itu belum bisa dipastikan karena belum ada data pendukung. ”Kita masih belum bisa menyatakan tersangka menderita gangguan jiwa, karena kita butuh data pendukung,” tegasnya.

Camat Madang Suku II ,Zulkifli membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut, tersangka selama ini memang memiliki riwayat gangguan jiwa tapi hanya sewaktu-waktu kambuh mapun kumat. Sekarang tersangka sudah diamankan di Mapolsek Madang Suku II.

“Memang benar si suami ini ada riwayat penyakit gangguan jiwa, tapi kambuhnya kadang-kadang, mungkin saat kejadian penyakitnya sedang kambuh,”ujarnya.

Kades Rasuan Baru, Busroni mengatakan sejak lima tahun tersangka mengalami gangguan jiwa dan sudah sering berobat. Selama ini kehidupan rumah tangga korban dan tersangka cukup harmonis bahkan sudah dikaruniai tiga orang anak. Karena itu sebagai pimpinan desa dia sangat terkejut dan tidak mengangka akan terjadinya tragedi ini.

“Selama ini keluarga sudah berusaha mengobati tersangka namun belum sembuh, kehidupan rumah tangga dan korban harmonis,” ungkapnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 19456