Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi saat menyerahkan alat semprot secara simbolis, saat rapat koordinasi penanggulangan bencana Karhutla bersama instansi tentang dan lembaga vertikal serta unsur Muspida yang dilaksanakan di Aula Bina Praja 1 Pemkab OKU Timur, Selasa (15/5/2018). Foto: (Dadang Dinata)

15 Mei 2018 16:18:06 WIB 50

OKUT, GLOBALPLANET.news - Guna mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah OKU Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur melakukan rapat koordinasi dan membentuk tim kura-kura ninja yang bertujuan untuk mempercepat proses penanggulangan bencana Karhutla.

Ini sebagai salah satu langkah kabupaten dengan julukan Sebiduk Sehaluan dalam turut menyukseskan pelaksanaan Asian Games pada Agustus 2018 agar terhindar dari ancaman asap serta mendukung Provinsi Sumsel sebagai daerah zero asap.

"Meskipun OKU Timur bukan daerah yang rawan akan kebakaran atau titik hotspot di Sumsel, namun kita tetap mewaspadai dan terus melakukan kesiapsiagaan agar sewaktu-waktu terjadi kebakaran bisa lebih mudah ditangani, karena di Kabupaten OKU Timur ada beberapa perusahaan perkebunan yang dimungkinkan akan terjadi kelalaian dalam pengelolaan sehingga bisa menyebabkan kebakaran,” ujar Bupati OKU Timur HM Kholid MD ketika membuka acara rapat koordinasi penanggulangan bencana Karhutla bersama instansi tentang dan lembaga vertikal serta unsur Muspida yang dilaksanakan di Aula Bina Praja 1 Pemkab OKU Timur, Selasa (15/5/2018).

Bupati juga menekankan kepada seluruh satuan kerja yang terkait supaya bisa mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesiapan peralatannya, jangan sampai ketika terjadi kebakaran peralatannya tidak bisa digunakan karena sudah rusak.

Selain itu, satuan kerja juga harus melakukan identifikasi terhadap daerah-daerah yang dimungkinkan terjadi kebakaran dan menyiapkan serta membuat sumber-sumber air untuk memudahkan saat memadamkan kebakaran, serta meningkatkan hubungan baik antar sesama satuan kerja agar memudahkan koordinasi dan melakukan kesiapsiagaan yang dikoordinasi oleh BPBD.

“Sekarang yang punya peralatan untuk mencegah kebakaran diantaranya BPBD dan Damkar serta dibantu instansi vertical diantaranya Puslatpur, Yon Armed, TEPBEK-ANG serta ditambah dukungan dari Dinas Sosial. Kepada semua masyarakat juga diharapkan agar berhati-hati karena saat ini kita sudah memasuki musim kemarau yang bisa memicu banyak dampak yang menyebakan kebakaran,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah OKU Timur Mgs Habibullah, S.IP, MM didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Chopi Hanan menjelaskan rapat koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi sejak dini agar tidak terjadi Karhutla, karena menyadari dampak dari kebakaran bisa menyebakan kerusakan lingkungan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal saja, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat diluar daerah yang dapat memicu kondisi lingkungan mengalami perubahan iklim, kelangkaan sumber daya air, pengangguran, kemiskinan dan konflik sosial.

“Melalui rapat koordinasi Karhutla ini saya berharap kerjasama antara pemerintah daerah dengan TNI, Polri dan Dinas instansi terkait serta pihak perusahaan yang ada di OKU Timur dapat mencari solusi terbaik secara bersama, agar masyarakat tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar,” imbuhnya.

Dia berharap seluruh anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim Kura-Kura Ninja serta TRC Kecamatan dapat terus meningkatkan pemantauan dan melakukan koordinasi kepada masyarakat serta melakukan pencegahan dan penanganan pengendalian kebakaran secara cepat dan optimal.

“Dengan dibentuknya tim kura-kura ninja ini semoga dapat lebih meningkatkan kinerja BPBD OKU Timur dalam meminimalisir terjadinya kebakaran, serta dapat membantu memadamkan api hingga ke pelosok desa,” terangnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Juliandi