Berita :: GLOBALPLANET.news

Sejumlah pengurus Ormas di Prabumulih, saat menandatangani deklarasi perang melawan aksi terorisme di halaman Polres Prabumulih, Selasa (15/5/2018). (Foto Hardoko Susanto)

15 Mei 2018 17:15:35 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET.news - Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kota Prabumulih yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Gunung Ibul, Senkom, Ponpes Darussalan dan Ponpes Al Furqon, Yayasan Islam Terpadu (IT) Islahul Ummah, Nadhatul Ulama (NU), Walubi, Perwakilan Gereja, dan lain-lainnya, bersatu menyuarakan dukungan kepada jajaran Polres Prabumulih untuk melawan, memerangi, dan memberantas aksi terorisme.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK, melalui Wakapolres, Haris Barata SIK mengatakan, memang Polres Prabumulih sangat membutuhkan dukungan dari Ormas untuk melawan terorisme. 

"Mari kita bersatu untuk memerangi dan melawan terorisme, supaya situasi dan kondisi khususnya di kota ini tetap aman dan kondusif. Tingkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, laporkan hal-hal yang mencurigakan khususnya berbau terorisme agar bisa dideteksi secara dini," kata Haris, usai penandatanganan dukungan melawan aksi terorisme di Mapolres Prabumulih, Selasa (15/5/2018).

Haris mengatakan, bukan hanya Ormas yang dilibatkan dalam penanganggulangan terorisme, tetapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan lain sebagainya.

"Polres tidak bisa bekerja sendiri dalam memerangi dan melawan serta memberantas aksi terorisme yang merugikan bangsa ini. Sangat butuh bantuan dari semua pihak, termasuk juga TNI sebagai saudara kandung Polri," ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua FKUB Prabumulih, H Usman Djakfar BA, mengutuk keras aksi terorisme yang menimbulkan banyak korban jiwa dari kalangan masyarakat dan Polri baru-baru ini.

"Aksi terorisme yang menamakan agama, itu hal yang salah. Karena agama manupun, khususnya Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan," tegasnya.
 

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Amizon 359