Berita :: GLOBALPLANET.news

Pjs Walikota Palembang, Ahkmad Najib memberikan cendramata kepada pihak BPOM Sumsel di kediaman Dinas Walikota Palembang, Rabu (16/5/2018). Foto: (Karerek)

16 Mei 2018 16:19:27 WIB 77

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama BPOM Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan memperketat pengawasan terhadap makanan selama bulan ramadhan.

Pejabat sementara (Pjs) Walikota Palembang, Akhmad Najib mengatakan, salah satu fokus pengawasan bakal dilakukan pada makanan berbuka dan sahur yang dijual di pasar-pasar bedug.

"Pengawasan ini kita lakukan untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi tanpa formalin dan sejenisnya," ungkapnya usai menerima audiensi BPOM Provinsi Sumsel di kediaman dinas Walikota Palembang, Rabu (16/5/2018).

Lanjut Najib, pelaksanaan pengawasan akan melibatkan tim BPOM dan instansi terkait Pemerintah Kota Palembang dengan berkeliling ke seluruh pasar bedug di Palembang untuk mengecek langsung kondisi makanan yang dijual.

"Jika memang ada pelanggaran, akan kita tindak tegas," ungkapnya.

Sementara itu, kepala BPOM Sumsel, Dewi Prawitasari mengatakan, BPOM Provinsi Sumsel akan terus komitmen melakukan pengawasan terhadap pedagang-pedagang nakal yang memberikan bahan pengawet di dalam makanan yang dijual.

"Bersama Pjs Walikota Palembang kita sudah sepakat untuk melakukan pengawasan bersama, nanti kami akan melakukan sidak bersama Pemkot Palembang dan Sat Pol PP untuk mengawal. Jika ditemukan pedagang nakal, akan langsung ditindak," ujarnya.

Ditambahkannya, dalam kurun waktu tiga hari belakangan ini saja pihaknya sudah berhasil melakukan tindakan terhadap 3 produsen tahu dan mie di Palembang yang positif mengandung formalin.

Bahkan, pihaknya telah menyerahkan berkas tiga produsen untuk segera disidang. "Kasus ini kami berharap menjadi efek jera bagi produsen-produsen makanan nakal lainnya," terangnya.

Reporter : Karerek Editor : Juliandi