loader

Pemkab OKI Beri Karpet Merah ke UMKM Ikut Pengadaan Barang dan Jasa

Foto

Selain itu, menurut Husin dengan PPMSE ini dapat mencegah praktik korupsi sekalogus memajukan UMKM daerah. 

"Pengadaan barang dan jasa jadi lebih transparan dan mempermudah untuk pelaporan serta pertangungjawab anggaran," terang dia.

Sementara itu, Antonius Prabowo, Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel mengatakan sebagai Bank Daerah, Bank Sumsel Babel terus berpartipasi dan berpean aktif dalam kegiatan-kegiatan digitalisasi perekonomian dan transaksi.

"Amanah digitalisasi ini ada di BankSumsel Babel dengan menyediakan layanan yang berbasis internet banking, sehingga mempermudah keinginan nasabah", kata Anton yang tersambung secara virtual. 

Prabowo juga mengapresiasi langkah Pemkab OKI yang telah melakulan lompatan besar dalam memajukan UKM dan transparansi belanja pemerintah. "Kami mendukung langkah konkrit yang telah dilakukan Pemkab OKI," ujar dia.

Menurutnya, elemen terpenting dari digitalisasi adalah mindset (pola pikir), dan perilaku yang harus terbuka dengan kemajuan sehingga mampu meningkatkan transparasi dan efisiensi.

Direktur pengembangan Katalog Elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) di wakili Tito Sultyo menyampaikan, sekurang-kurangnya 40 persen anggaran PJB yang digelar pemerintah harus dialokasikan kepada pelaku UMKM. "Pengadaan barang jasa 40 persen harus pakai UMKM," kata Tito.

LKPP menurut dia mendorong kementerian-kementerian dan pemerintah daerah untuk menginput produk barang dan jasa pelaku UMKM binaannya ke katalog LKPP.

"Kalau produk UMKM sudah bisa masuk katalog dan toko daring, artinya Pemkab OKI sudah berikan karpet merah kepada UMKM," jelas dia.

Sosialisasi dan Bimbingan Teknik yang dilaksanakan dari 06 hingga 10 Juni 2022 dengan melatih pejabat pengadaan, para bendahara dan PPK serta memfasilitasi pengusaha lokal dan UKM untuk go digital. 

Share

Ads