Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S,Sos, MSi didampingi Kadisnakan Sujarwanto saat meninjau kelompok pengembangan ternak sapi di Desa Pemetung Basuki Kecamatan BP Peliung, Kamis (11/10/2018). (foto: dadang dinata/globalplanet).

11 Oktober 2018 13:08:20 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Sebagai daerah penghasil pangan, Kabupaten OKU Timur terus mengembangkan setiap wilayah kecamatannya yang disesuaikan dengan potensi masing – masing daerah.

Jika wilayah Jayapura diproyeksikan untuk daerah pengembangan holtikultura, Kedepan Pemkab OKU Timur akan menjadikan Desa Pemetung Basuki, Kecamatan BP Peliung sebagai daerah sentra peternakan maupun daging.

Sedangkan untuk jalur Komering dikonsentrasikan dalam pengembangan ikan air tawar dan perkebunan holtikultura.

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi, saat meninjau kelompok peternak sapi di Desa Pemetung Basuki, mengatakan Desa Pemetung Basuki akan dijadikan sentra peternakan sapi.

Pengembangan peternakan sapi akan dilakukan dengan cara yang lebih bagus, karena ketersedian pakan yang cukup. “Bahan untuk pakan menggunakan onggol ubi dipermentasi dan dicampur bahan lain, sehingga hasil perkembangan sapi lebih bagus lagi,” ujarnya Kamis (11/10/2018).

Kholid juga menambahkan, bibit sapi gampang didapat. Sapi yang dikembangkan jenis limosin, metal, dan brahman. "Langkah yang kita lakukan ini meruapakan perpaduan antara peternakan dan pertanian," jelasnya.

Untuk penjualan sapi juga tidak susah, karena diterima di pasaran. Kedepan target menjadikan OKU Timur sebagai daerah swasemnada daging terbesar di Sumsel. “Untuk pengembangan daerah disesuaikan dengan potensi daerah. Untuk jalur Komering pemgembangan ikan air tawar dan holtikultura,” kata mantan Camat Madang Suku I ini.

Sementara Khoiri salah seorang anggota Kelompok Peternak Sapi Babar Makmur, Desa Pemetung Basuki, menambahkan, awalnya mengajukan bantuan dana kepada salah seorang tokoh masyarakat Miftahudin Jihad. Dari modal pinjaman itu kelompok ternak ini mengembangkan usaha peternakan.

Semula hanya tiga ekor, sekarang 70 ekor sejak kelompok ternak ini berdiri pada Juni 2018 dengan anggota kelompok 37 orang. Selain itu ada juga warga yang menitipkan ternaknya dengan sistim bagi hasil.

"Saat ini sapi yang dipelihara masih sapi lokal, kedepan sapi yang dikembangkan sapi jenis lain diantaranya limosin, metal dan brahman," katanya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Zul Mulkan 393