Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala Dinas Kesehatan Palembang, dr Letiziah. (Foto: Adi Kurniawan)

12 Oktober 2018 19:20:04 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Masyarakat yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang pada tahun 2018 cenderung fluktuatif, jika dibandingan tahun lalu, dari segi jumlahnya tahun ini mengalami penurunan. Hal ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Pada Mei 2018 Dinkes mencatat penderita ISPA untuk balita sebanyak 5.406 orang, kemudian menurun di bulan berikutnya menjadi 4.564 orang. Pengidap ISPA kembali bertambah pada Juli 2018 di angka 4.772 orang, Agustus 2018 sebanyak 3.619 orang, dan pada September 2018 bertambah menjadi 3.756 orang.

Pengidap ISPA yang dialami anak di atas lima tahun dan dewasa juga terbilang tinggi. Pada Mei 2018 berjumlah 9.506 orang, Juni berkurang menjadi 8.140 orang, Juli di angka 8.167 orang, Agustus berjumlah 6.749 orang, dan pada September 2018 menurun di angka 5.754 orang.

Menurut, Kepala Dinas Kesehatan Palembang, dr Letiziah, jumlah ISPA untuk beberapa bulan ini cenderung fluktuatif, masih tinggi tapi tidak lebih banyak dibanding tahun-tahun lalu.

"Walaupun, terbilang tinggi, jumlah penderita ISPA beberapa bulan ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama. Hal ini disinyalir karena asap akibat karhutla tidak begitu pekat," katanya, saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (12/10/2018).

Ia menjelaskan, tingginya penderita ISPA di Palembang mayoritas dialami oleh balita, hal ini disinyalir daya tahan tubuh balita terbilang rentan. Selain itu, ISPA juga tidak serta merta akibat kebakaran lahan, tetapi juga musim pancaroba bisa mengakibatkan ISPA.

"Walaupun balita rentan terkena ISPA, kembali lagi tergantung dengan daya tahan tubuh balita tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, dr Fauziah menambahkan, selain ISPA ada juga penderita pneumonia atau penyakit tingkatan dari ISPA. Pneumonia ini adalah infeksi paru-paru basah yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru.

"Untuk dewasa ada sekitar 150 penderita pneumonia sejak Mei sampai September 2018. Sedangkan balita jumlahnya dua kali lipat dari dewasa yang tersebar di seluruh kecamatan di Palembang," kata Fauziah.

Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap ISPA karena mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Imunitas anak juga bisa ditingkatkan dengan cara sering mengonsumsi buah-buahan dan makanan yang mengandung protein lainnya.

"Gejalanya mudah diketahui, bisa demam, meriang, sakit menelan, dan pernapasan terganggu. Jika ada gejala itu segera periksa ke dokter atau puskesmas," pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : M.Rohali 70