Berita :: GLOBALPLANET.news

Siswa SDN 226 Palembang bermain kelereng di lapangan sekokah, Kamis (8/11/2018). (Foto: Karerek)

08 November 2018 11:23:08 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa Sekolah Dasar (SD) menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam membentuk karakter anak bangsa.

Selain itu, mengenalkan permainan tradisonal menjadi salah bentuk realisasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan dalam pembentukan karakter anak.

Fungsioanal Umum Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumbar Dirjen Kebudayan Kemendibud Wilayah Kerja Sumbar, Bengkulu dan Sumsel, Maryetti mengungkapkan, pengenalan permainan tradional ini bertujuan pembentukan karakter siswa sejak dini.

"Saat ini anak gemar bermain gadget dan tidak mengetahui permaianan teridisional yang sebenarnya memiliki banyak manfaatnya bagi siswa," ungkapnya kepada Globalplanet, Kamis (8/11/2018).

Dijelaskan Maryetti, ada sepuluh macam permainan tradisional yang dikenalkan kembali pada siswa seperti yeye (permainan lompat karet), kelereng, egrang, bakiak dan lain sebagainya.

"Karakter yang dapat dibentuk dalam permainan tradisional ini yakni kejujuran, kerja sama, menghormati teman, keberanian dan lain sebagainya. Semuanya sangat bermanfaat bagi anak-abak dalam masa perkembangan," paparnya.

Ditambahkannya, di Sumsel sendiri ada tiga sekolah yang menjadi sasaran realisasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan ini, yakni SDN 55, 109 dan 226 Palembang.

Reporter : Karerek Editor : M.Rohali 90