Berita :: GLOBALPLANET.news

Uang Rp 2,3 miliar hasil korupsi yang dikembalikan. (foto: Rio Siregar)

13 Maret 2019 14:56:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menerima uang penyerahan dari terdakwa korupsi, Muhammad Teguh Rp 2,3 miliar. Uang itu merupakan sisa hasil korupsi proyek jalan bandara.

"Hari ini kami menerima uang pengganti kerugian negara Rp 2,3 miliar lebih. Uang ini adalah uang pengganti sisa kerugian negara terdakwa atasnama Teguh," kata Asspidsus Kejati Sumsel, Raimel Jasaja di kantornya, Rabu (13/3/2019).

Dikatakan Raimel, uang Rp 2,3 miliar itu merupakan penggenapan dari sisa uang yang telah dikembalikan sebelumnya Rp 3 miliar, Selasa (5/3). Dengan begitu, total kerugian negara Rp 5,3 miliar telah dikembalikan seluruhnya. 

"Uang ini merupakan penggenapan dari uang kerugian negara sebelumnya yang sudah dikembalikan Rp 3 miliar. Artinya ini total Rp 5,64 miliar uang yang sudah menjerat terdakwa sudah kembali," kata Raimel. 

"Tentunya ini merupakan itikad baik dan kesadaran pihak terdakwa atas kerugian negara yang ditimbulkan. Uang ini nanti akan disetorkan ke negara melalui bank BRI," katanya.

Terlihat uang tersebut dibawa langsung tiga orang staf terdakwa menggunakan 2 karton indomie. Selanjutnya uang dari perusahaan PT Bana Rahmad Utama itu dihitung dan disaksikan pihak bank BRI. 

"Penyerahan semua uang ini permintaan dari Pak Tegus selaku Direktur Utama di perusahaan kami. Totalnya Rp 5,3 miliar diserahkan dengan 2 tahap," terang staf terdakwa, Julian. 

"Kami berharap pengembalian uang jadi pertimbangan JPU dan mejelis hakim di kasus yang menimpa Pak Dirut. Seluruh kerugian kan telah dikembalikan, artinya Pak Teguh berharap dapat keringanan," tutupnya.

Sebagaimana diketahui terdakwa Teguh merupakan kontraktor pembangunan di bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam, Sumatera Selatan tahun anggaran 2013. Kerugian negera disebut JPU mencapai Rp 5,36 miliar.

Reporter : Rio Siregar Editor : M.Rohali 159