Berita :: GLOBALPLANET.news

18 September 2019 19:16:05 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kabut asap yang terjadi di Sumsel berdampak pada transportasi baik laut, udara maupun kereta api. Akibat kabut asap, pandangan masinis pun terbatas hingga menyebabkan terhentinya sementara kereta api.

Masinis Kereta Api, Muhammad Rian mengatakan kabut asap di Sumsel sejak beberapa pekan terakhir cukup mengganggu karena menyebabkan mata perih hingga harus terhenti jika memang sangat tebal. 

Ia mengaku jika jarak pandang masih berkisar 500 meter hingga 700 meter maka pihaknya akan menghidupkan lampu. Sedangkan, jika kurang atau di bawah tersebut pihaknya tentu mengambil tindakan menghentikan sementara kereta api. 

"Yang kami takutkan saat kabut ini, pada saat persimpangan atau penyeberangan. Karena tidak terlihat," katanya saat diwawancarai di Stasiun Kereta Api Kertapati, Rabu (18/9/2019).

Saat kereta terhenti, tentu pihaknya langsung melaporkan kondisi ini. Karena, harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. "Tindakan penghentian sementara ini merupakan tindakan terberat jika memang kondisi tidak memungkinkan," singkatnya. 

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Divre III, Aida Suryanti mengaku memang kabut asap yang terjadi di Sumsel cukup berpengaruh terhadap aktivitas KA. Hanya saja tidak terlalu signifikan. 

Seperti, mengganggu pandangan masinis dan jika memang terjadi kabut asap yang tebal atau karhutla di sekitaran lahan jalur kereta api. Maka, pihaknya harus menghentikan sementara perjalanan KA. 

Berbeda halnya dengan aktivitad LRT. Kabut asap tidak mempengaruhi aktivitas LRT karena berhubungan dengan telekomunikasi dan pensinyalan. 

"Kami imbau penumpang juga menggunakan masker untuk mencegah hal yang tidak diinginkan akibat kabut asap," tutupnya.

Reporter : Alwi Alim Editor : Zul Mulkan 78