Berita :: GLOBALPLANET.news

Pemkot Pagaralam bersama KPH 10 Dempo dan masyarakat Dusun Tebat Benawa, saat melakukan indetifikasi hutan adat, Jum'at (7/9/2018). (Foto: Yayan Darwansyah)

07 September 2018 16:01:02 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET - Guna melestarikan kawasan hutan di Kota Pagaralam, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) 10 Dempo bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, mengusulkan penetapan hutan, terutama hutan adat. Tujuannya, untuk menjaga hutan di Kota Pagaralam, terutama hutan adat di Dusun Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan.

KPH 10 Dempo, Yurdan menuturkan, pihaknya telah melakukan survey di hutan adat masyarakat Dusun Tebat Benawa seluas 336 hektar yang kondisinya masih sangat alami. Namun, sayang masih adanya aksi pencurian kayu secara sembunyi-sembunyi dikhawatirkan dapat merusak hutan tersebut.

"‎Masyarakat Dusun Tebat Benawa ingin status hutan adat ini dilegalkan oleh Kementerian Kehutanan. Dengan begitu, jika ada yang merusak dan menebang pohon bisa dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ungkap Yurdan, Jum'at (7/9/2018).

Selama ini, kata Yurdan, masyarakat di Dusun Tebat Benawa resah dengan adanya aktivitas penebangan pohon, sehingga membuat masyarakat ingin status hutan adat tersebut diperjelas.

"Kita sudah melakukan survey dan mengidentifikasi kondisi tanam tumbuh di dalam hutan adat itu. Upaya ini sebagai bahan acuan untuk pengusulan ke Kementerian Kehutanan nanti," jelasnya.

Setelah dilakukan survey terhadap 336 hektar hutan adat masyarakat Tebat Benawa ini, lanjut Yurdan, tinggal Pemkot Pagaralam melalui Walikota membuat surat usulan kepada Kementerian Kehutanan. 

"Sumber mata air tiga sungai berasal dari hutan ini. Jadi, jelas fungsi hutan ini sangat vital bagi ketersediaannya air di Kota Pagaralam. Jika rusak, maka bisa diketahui dampaknya kedepan, selain kekeringan, bencana lain bisa juga mengintai," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Pagaralam, Gusroni‎ mengaku, jik pihaknya ikut dalam survey yang dilakukan KPH 10 tersebut. Memang, kata dia, hutan adat masyarakat Tebat Benawa masih sangat alami dan terdapat pohon-pohon yang berusia ratusan tahun.

"Sangat disayangkan jika ada ulah oknum yang tidak bertanggungjawab merusak hutan ini. Kita berharap status hutan adat bisa cepat didapatkan, sehingga hutan ini terus lestari," tandasnya.
 

Reporter : Yayan Darwansyah Editor : Amizon 888