Berita :: GLOBALPLANET.news

Alutsista yang dimiliki Kodam II Sriwijaya dipamerkan di BKB Palembang ralam rangka HUT ke-73 TNI. (foto: ist).

06 Oktober 2018 17:48:26 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Pemerintah terus mengkaji semua potensi penggunaan bahan bakar campuran minyak sawit sebesar 20% untuk berbagai kepentingan. Selain untuk memenuhi kebutuhan operasional kendaraan militer, potensi lain yang sedang dikaji adalah untuk kebutuhan alat utama sistem pertahanan atau alutsista.

Kajian terhadap penggunaan biodiesel untuk alutsista tidak hanya yang digunakan militer atau TNI, tapi juga kepolisian. “Misalnya, tidak hanya untuk angkutan tapi juga untuk panser tank,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di Jakarta pekan lalu.

Penggunaan biodiesel untuk kebutuhan persenjataan ini terus dikaji. Diharapkan dalam enam bulan ke depan hasil kajian sudah dapat disimpulkan. Kajian ini diharapkan dapat menentukan besaran potensi penggunaan biodiesel.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) M.P. Tumanggor menyatakan sedang terjadi kajian oleh PT Pindad dalam menggunakan B50 dalam kendaraan taktis mereka. Namun pengujian tersebut membutuhkan waktu sebelum ada realisasinya. “Mereka minta waktu dua bulan,” katanya.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 55