Berita :: GLOBALPLANET.news

Amirullah, hanya tertunduk lesu dan malu saat dihadirkan dalam pres release penangkapan narkoba di Mapolda Sumsel, Rabu (10/10/2018). (foto: rio siregar/globalplanet)

10 Oktober 2018 14:38:26 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Inilah salah satu dampak buruk narkoba. Di saat banyak orang berjuang dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk mengabdi kepada negara, Amirullah malah mengonsumsi dan mengedarkan narkoba sehingga dipecat.

Pecatan Polri dengan pangkat terakhir Briptu yang berdinas di Polres Banyuasin ini merupakan satu dari 13 tersangka pemilik 6565, 11 gram sabu dan 1760,19 gram ganja yang dimusnahkan di Mapolda Sumsel, Rabu (10/10/2018).

Amirullah ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Senin (8/9/2018) dengan barang bukti narkoba jenis sabu sabu seberat 195 gram, di depan komplek perkantoran Kabupaten Banyuasin samping Lapas Banyuasin.

Berdasarkan pengakuannya, sudah satu tahun lebih menjadi kurir sabu. Adapun barang haram yang hendak diambilnya saat ditangkap berasal dari Jambi. Rencananya barang tersebut akan diberikan ke AG, warga Kertapati, Palembang.

“Sering tidak masuk ke kantor jadi saya kena Disersi, kalau makai sabu kurang lebih setahun setengah ini,” tuturnya, Rabu (10/10/2018).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman mengatakan, tersangka Amirullah merupakan pecatan Polri dengan pangkat terakhir Briptu, dipecat karena disersi.

“Awalnya tersangka ini sebagai pemakai, lama kelamaan dia jadi kurir dan pengedar. Ini bukti bahwa peredaran maupun penyalahgunaan narkoba menyasar siapa saja termasuk anggota polisi. Kami juga tidak pandang bulu siapa saja yang terlibat narkoba akan ditindak tegas termasuk anggota polisi sekali pun,” tegasnya.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 144