Berita :: GLOBALPLANET.news

Kedua pelaku saat diamankan petugas di Mapolsek Penukal Abab. (Foto: Ist)

11 Oktober 2018 21:51:36 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil meringkus dua pemuda yang terlibat aksi pembegalan terhadap dua orang gadis di jalan lintas Belimbing-Sekayu, tepatnya di wilayah perbatasan antara Desa Gunung Menang dan Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

Kedua pelaku yakni Efriyadi (26) warga desa Mangku Negara Timur, Kecamatan Penukal dan rekannya Nopis (23) warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal. Keduanya diringkus atas dasar Laporan Polisi (LP) nomor : LP/B/187/XI/2018/ Sumsel/Res.M.Enim/ Sek. Penukal Abab, 8 Oktober 2018.

Berdasarkan laporan polisi tersebut, korban atas nama Mirna Wati (21) warga Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI dan temannya Wika Wulandari, warga Perjito, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim.

Pada Senin (08/10/2018) sekitar pukul 15.30 WIB, korban berboncengan dan melintas di jalan lintas Sekayu-Belimbing, Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya di antara Desa Gunung Menang dengan Desa Mangku Negara Timur ,Kecamatan Penukal, kendaraan korban di hadang oleh kedua pelaku sambil mengacungkan Senjata Api Rakitan (Senpira).

Kedua pelaku kemudian memerintahkan korban menyerahkan Hp dan mengambil tas korban, bukan hanya itu pelaku juga merampas sepeda motor Beat warna Putih BG 4271 ACB milik korban dan membawa kabur ke arah Desa Gunung Menang. Atas kejadian itu korban langsung melapor ke polsek Penukal Abab.

"Setelah mendapat laporan, kita langsung melakukan penyelidikan, guna menangkap para pelaku,” jelas Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SH SIK MH, melalui Kapolsek Penukal Abab IPTU Acep Yuli Sahara, Kamis (11/10/2018)

Pada hari Kamis, (11/10/2018) sekira pukul 11.00 WIB, anggota Polisi melihat salah satu pelaku sedang melintas di desa Gunung Menang menuju Desa Mangku Negara. Tak mau buruannya hilang Polisi langsung melakukan pengejaran.

“Pelaku Efriyadi akhirnya berhasil diringkus, setelah di introgasi, pelaku menerangkan bahwa dirinya tidak sendiri saat beraksi tetapi bersama temannya bernama Nopis,” terang Kapolsek.

Mendengar pengakuan Efredi, kemudian anggota polsek Penukal Abab langsung menangkap pelaku Nopis di rumahnya. Tersangka mengaku barang bukti hasil kejahatan dijualkan kepada seseorang seharga Rp2 juta dan hasil dibagi dua dan sisanya dipakai untuk foya-foya.

Lebih lanjut, Iptu Acep menjelaskan, pada saat ditangkap pelaku menerangkan bahwa senpinya di tinggal dirumah, tepatnya dibawah rumah pelaku Efriyadi, dimana rumah pelaku merupakan rumah berbentuk panggung. Naumn, ketika digeledah dirumah tersebut Senpira tersebut sudah tidak ada.

"Sedangkan barang bukti yang kita amanakan satu buah HP android dan satu lembar uang Rp50.000 hasil penjualan motor dari aksi kejahatan keduanya. Pelaku akan kita ancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara sembilan tahun penjara," pungkasnya.

 

Reporter : Eko Jurianto Editor : M.Rohali 2888