Berita :: GLOBALPLANET.news

Perwakilan Kotaku memberikan cinderamata kepada Wako di sela-sela kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat (PKM) di Gedung Kesenian Pendopoan Rumah Dinas Wako. (Foto: Hardoko Susanto).

31 Oktober 2018 13:07:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Prabumulih dalam menyelesaikan kekumuhan di kota yang dikenal sebagai nanas tersebut. Walikota (Wako) Ir H Ridho Yahya MM menegaskan untuk memaksimalkan upaya penyelesaian kekumuhan harus melibatkan semua pihak.

“Upaya penyelesaian kekumuhan merupakan kombinasi semua pihak yakni, masyarakat dan pemerintah,” kata Ridho Yahya, ketika membuka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat (PKM) di Gedung Kesenian Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako), Rabu ( 31/10/2018).

Menurutnya, Pemkot tidak bisa bekerja sendiri, menyelesaikan kekumuhan tersebut. Pemkot sendiri sudah sejak lama menyelesaikan kekumuhan lewat infak pegawai.

“Pada awalnya memang berat membangun rumah dari infak pegawai untuk menekan kekumuhan. Tetapi, belakangan menjadi ringan. Sekarang ini, setiap bulan infak pegawai mampu membangun 10 rumah perbulan," ucapnya.

Selain itu, masalah kesehatan Pemkot juga akan mengalakkan penanaman obat tradisional di lingkungan masyarakat. "Bukan pohon saja yang ditanam, tetapi obat tradisional. Badan Ketahan Pangan, sudah belajar untuk penanaman obat tradisional tersebut. Banyak sekali manfaatnya obat tradisional tersebut," bebernya.

Ia pun mendukung kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat (PKM) yang diadakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) melalui program Kotaku.

"Apalagi, tujuannya menekan kekumuhan di Prabumulih. Kita sambut baik dan apresiasi kegiatannya," terangnya.

Ketua Pelaksana, HM Dani Hasan SE manambahkan, pelatihan tersebut sengaja digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kesadarahan pentingnya menekan angka kekumuhan di Kota Prabumulih.

"Kita mohon dukungan lurah/kades hingga camat, untuk menekan zero kekumuhan di kota ini," bebernya.

Kata dia, lewat program Kotaku terus berupaya membantu pemerintah dengan melibatkan masyarakat, menekan angka kekumuhan di Bumi Seinggok Sepemuyian ini.

"Ke depan, diharapkan masalah kekumuhan ini bisa masuk RJMD dan program kelurahan dan bahkan ada kecamatan. Sehingga, bisa saling bersinergi," pungkasnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 87