Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana jalan Milik PT Servo, yang sepi aktivitas truk Batubara di Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. (Foto: Ferry)

08 November 2018 18:43:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Penerapan kebijakan angkutan batubara tidak boleh jalan umum, mulai berlaku Kamis (8/11/2018). Pantauan di lapangan, angkutan truk terlihat tak terlalu ramai namun tetap ada yang melintas.

Sedangkan angkutan batubara yang berjumlah 1.500 uni yang tergabung dalam Persatuan Angkutan Batubara Sumsel, dari empat Kabupaten/kota, yakni, Pali, Prabumullih, Muara Enim, dan Lahat itu tidak terlihat lagi mengangkut muatannya tersebut melewati jalan umum.

"Saat ini kita tidak operasi dan semuanya dikandangkan," ujar Doni ketua harian Persatuan Angkutan Batubara Sumsel, Kamis (8/11/2018).

Diungkapkan Doni, bila tidak ada perhatian, maka demi keadilan pihaknya akan menyetop seluruh angkutan dari tambang ke jalur khusus, maupun stasiun stasiun. Lantaran angkutan tersebut tetap melalui jalur umum.

"Karena yang boleh lewat ke jalur khusus dan stasiun hanya tronton. Tapi mereka masih lewat jalan umum, jadi akan kami stop semua demi keadilan karena walaupun 1 meter atau 2 meter tetap tidak boleh lewat," ungkapnya.

Dirinya berharap, bahwa harus diperhartikan para pengusaha kecil. Terlebih, sopir- sopir yang bekerja sebagian dari warga lokal.

"Mereka saat ini tidak tahu mau kerja apa. Sementara yang punya tronton itu kebanyakan pengusaha besar," sampainya.

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 133