Berita :: GLOBALPLANET.news

Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima audiensi Ketua KPU Sumsel dan anggota komisioner di Griya Agung Selasa (4/12/2018). (Foto: Adi Kurniawan).

04 Desember 2018 17:24:35 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pemilu serentak (Pilpres dan Pileg) 2019 tinggal sekitar empat bulan lagi. KPU harus bekerja ekstra keras mendorong kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap demokrasi dan datang menyalurkan hak pilihnya ke TPS.

Masyarakat yang cenderung apatis terhadap proses pemilihan, membutuhkan kerja ekstra keras dari penyelenggara melalui divisi sosialisasinya. "Saat ini masyarakat masih cenderung apatis memilih, makanya dari kacamata saya serta KPU termasuk kita semua harus bekerja extra keras terutama petugas di divisi sosialiasi di lapangan," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) saat menerima audiensi Ketua dan Komisioner KPU Sumsel, di Griya Agung, Selasa (4/12/2018).

Gubernur mengakui, tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS menyalurkan suaranya. Namun hal itu bukan berarti KPU harus diam dan membiarkan angka partisipasi tidak sesuai target. Untuk itu, dengan sekuat tenaga KPU harus mensosialisasikan sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa pesta demokrasi ini penting bagi negara. "Kalau tidak kerja keras target 70 persen partisipasi itu berat. Tapi kalau kita bekerja keras saya yakin bisa," ujarnya.

Selain menyarankan didirikan TPS yang unik dan menarik untuk memancing pemilih, HD juga meminta KPU juga terbuka dan transparan serta berharap tidak ada pihak – pihak yang mengintervensi. "Saya menghormati betul lembaga ini karena untuk menjadi Ketua KPU dan lainnya tidak gampang. Harus melalui fit and proper test," jelasnya.

Sementara Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengatakan, kedatangan mereka untuk bersilaturahmi seusai dilantik 7 November 2018 lalu. "Kami dilantik 7 November harusnya ketemu gubernur dulu karena penyelenggaraan Pemilu tinggal 4 bulan lagi. Gubernur adalah stake holder utama yang bertanggungjawab suskesnya Pemilu," jelasnya.

Diungkapkannya, untuk pemilu serentak ini mereka mendapatkan anggaran sebesar Rp22 miliar dari pysat. Anggaran ini digunakan untuk belanja rutin dan logistic. "Ini diturunkan ke kabupaten kota juga. Tapi masih ada bimtek-bimtek yang belum teranggarkan," katanya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 69