Berita :: GLOBALPLANET.news

Kantor Samsat PALI. (Foto: Eko Jurianto)

05 Desember 2018 19:08:30 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Terkait berita dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum pegawai di Samsat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan sempat direkam oleh wajib pajak beberapa waktu lalu. Kepala Samsat PALI menyangkal tudingan tersebut.

Dari video yang direkam menggunakan telepon genggam itu, terdengar jelas percakapan antara pegawai Samsat PALI dengan seorang wajib pajak yang menjelaskan bahwa pemilik kendaraan harus membayar Rp 850.000, untuk mengurus surat-suratnya, padahal nilai pajak yang tertera di STNK sebesar Rp 300.000.

Kepala Samsat Kabupaten PALI, Tubagus SE, saat dibincangi di ruang kerjanya, menyangkal tudingan pungli tersebut.

"Alamat yang tertera di STNK tidak sama lagi dengan yang di KTP wajib pajak, maka sesuai intruksi Pimpinan kita, karena di kabupaten PALI akan didirikan Polres, secara otomatis wajib bagi pemilik kendaraan harus merubah STNK, BBN atau Plat nomor Polisi, yang masih di luar wilayah harus menggunakan plat nomor polisi PALI," jelasnya.

Sementara di Samsat Kabupaten PALI, lanjut Tubagus, belum memiliki alat untuk mencetak plat nomor Polisi maupun mencetak STNK dan BPKB. Dan semuanya harus kembali ke Kabupaten Muara Enim.

"Untuk pencetakan STNK, Plat nomor kendaraan dan BPKB, itu ada biayanya, biasnya kalau kendaraan bermotor untuk STNK dan Plat nomor senilai Rp 160.000, dan BPKB tergantung pada kendaraannya. Artinya di Samsat PALI hanya melayani Pajak kendaraan tahunan maupun limatahunan serta balik nama," imbuhnya

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa untuk warga Kabupaten PALI yang kendaraannya masih menggunakan seri nomor polisi wilayah Muara Enim, agar dapat mengurus sendiri ke Kabupaten Muara Enim.

Sebab menurutnya, Samsat PALI hanya tempat titipan dan masih menginduk ke Kabuapten Muara Enim dan pengurusan berkas masih kembali ke Muara Enim.

"Kami selalu sarankan jika ada pemilik kendaraan yang akan merubah seri plat kendaraanya ke Kabupaten PALI agar mengurus sendiri ke Kabupaten Muara Enim. Perincian besaran dananya pun tidak jauh berbeda. Sebab, Samsat PALI masih menginduk ke kabupaten Muara Enim dan Samsat PALI hanya sebagai tempat penitipan, artinya masih memerlukan waktu, karena Samsat PALI tidak ada anggaran untuk petugas yang mengirimkan berkas ke sana (Muara Enin)," pungkasnya

Untuk diketahui sebelumnya, bahwa salah satu warga Kabupaten PALI merekam percakapan dirinya dengan salah satu oknum pegawai di kantor Samsat dan meminta diri membayar uang lebih untuk ongkos pengurusan surat-surat kendaraannya dan meminta uang jaminan agar berkas yang akan diurus tidak tercecer.

Reporter : Eko Jurianto Editor : M.Rohali 530