Berita :: GLOBALPLANET.news

Tim Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam saat meninjau lokasi ditemukannya tiga pasang nisan berelief. (Foto: Ist)

05 Desember 2018 19:43:00 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET - Tim Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam menemukan tiga nisan makam berusia 400 tahun pasca kebudayaan megalitik Pasemah, di Dusun Aur Duri, Kelurahan Lambat Dalo, Dempo Tengah, Pagaralam. Uniknya, nisan yang dianggap sakral bagi sejumlah masyarakat ini terdapat ukiran relief.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam Ali Akbar Fitriansyah didampingi Arkeolog Pagaralam Ronaldi mengungkapkan, pihaknya menemukan nisan berelief‎ yang cukup unik. Dimana, nisan tersebut berjumlah tiga pasang dengan motif polos dan suluran-suluran.

"Ditemukannya nisan ini lantaran dianggap sakral bagi masyarakat sekitar. Bahkan, disini kerap dijadikan tempat betarak untuk mendapatkan mimpi guna mendapatkan sesuatu," kata dia.

Nisan ini, ditemukan di sebuah kebun kopi milik Bapak Janawi (65). Ditemukan lantaran adanya informasi masyarakat yang kerap memancing di Sungai Selangis sering melihat nisan tersebut.

"Kita cukup bangga dan yakin sehingga dengan ditemukannya nisan ini makin memperjelas identitas suku Besemah yang bermukim di kaki Gunung Dempo," tegasnya.

Ditambahkannya, jika melihat nisan tersebut identik dengan agama islam. Dimana, arahnya sudah menghadap kebarat yang artinya ke kiblat. Namun, jika melihat teliti agak sedikit melenceng sekitar 15 derajat dengan usia 300-400 tahun pasca budaya megalitik.

"Sampai saat ini, di Kota Pagaralam telah ditemukan tujuh nisan berelief yang berada di empat lokasi seperti Tanjung Pasai, Lubuk Buntak, Karang Dlao dan Aur Duri. Dengan adanya temuan nisan ini dapat diketahui masuknya islam di tanah Basemah," bebernya.

Sementara itu, Janawi (65) Pemilik Kebun Kopi ‎menuturkan, makam tua ini sudah lama diketahui masyarakat di sini tetapi tidak pernah didata atau ada peneliti yang datang. Makam ini kerap dijadikan tempat betarak yakni masyarakat bermalam di sini untuk mendapatkan mimpi guna mengharapkan sesuatu.

"Kami berharap dengan adanya pendataan bisa mendapatkan informasi lebih jauh mengenai nisan berelief ini. Apalagi, Kota Pagaralam sebagai daerah wisata budaya sehingga dapat dikenal masyarakat luas," tukasnya.

Reporter : Yayan Darwansah Editor : M.Rohali 313